Januari 12, 2003

surat untuk seorang sahabat
: selamat menempuh hidup baru dalam penjara rumah tangga


aku tak mengira, dunia berputar begitu cepat. sangat cepat. tak terasa kita telah samasama menjadi dewasa, padahal baru kemarin kita saling lempar bola, main petak umpet, monopoli, remi. sebab dulu tak ada playstasion, sedang televisi masih TVRI yang setiap minggunya kita hanya menonton si unyil. kita asyik bermain dengan permainan yang kita buat sendiri. sampai kita lupa makan. dan ibu kita akan berteriak keras saat senja ketika kita masih juga belum pulang.

ya, masamasa seperti itu begitu menakjubkan. terkadang aku ingin kembali ke masa itu, konyol memang. tapi aku selalu rindu masamasa demikian. hidup bebas, tanpa beban.

sebentar lagi kau harus pergi dari dunia anakanakmu. kau akan menjadi perempuan dewasa sepenuhnya. menjadi seorang istri dari lakilaki yang kau cintai. dan menjadi seorang ibu pada akhirnya, kelak akan menjadi nenek bagi anakanakmu. dunia yang akan kau masuki adalah dunia orangorang dewasa. dunia yang teramat keras, tapi disanalah kau mungkin akan menemukan kebahagiaan yang seutuhnya.

sebentar lagi, satu kebebasanmu akan hilang. dulu kita sering pulang malam, pergi nonton ke bioskop sampai layar tancap, atau sekedar makan bakso di pinggir jalan. ya, kau mungkin tak lagi bisa seperti dulu. pergi kemanapun ditemani oleh suamimu. sungguh, sebuah dunia yang menyebalkan kalau kupikir. tapi kau sudah memilih jalanmu sendiri. aku bahagia atas pilihanmu, sebahagia dirimu dan keluargamu.

kau tahu? seorang ibu bertanya padaku kemarin, "kapan kau akan menyusul, Nak?" dan aku hanya tersenyum sambil kujawab "kapankapan." geli rasanya ditanya seperti itu.

kuucapkan selamat untukmu, sayang!
semoga ini adalah benarbenar keputusanmu atas jalan hidup yang akan kau tempuh. aku tahu, dibalik kebahagiaanmu ini, ada setitik kesedihan menempel. kulihat matamu berkata jujur. jangan sedih, sayang! penjara yang akan kau masuki tak seburuk penjara untuk para penjahat itu.

peluk cium dari sahabat kecilmu