Januari 22, 2009

kepada mavic (2)

tapi hidup bukan piringan hitam
yang sewaktu-waktu bisa kita putar ulang
kamu telah berjalan jauh meninggalkanku
meninggalkan sepeda yang telah kamu nikahi sekian lama

dan aku masih saja berusaha mengeja teks tua
menerjemahkan segala kekaburan yang tertera dalam peta
lantas kita pun semakin jauh
jauh meninggalkan mimpi-mimpi lama
sesuatu yang mungkin kamu sebut sebagai takdir
tapi aku tidak ingin menyebutnya sebagai nasib

aku sedang menggali kenangan
memungut satu dua tulang belulang yang menyimpan cerita kita
ketika rambutmu masih sepanjang aliran sungai
dan aku masih percaya pada kata-kata

mav, jika pun saat itu datang lagi
aku tak yakin kita mampu mengulangnya dengan fasih
segalanya telah terlampau jauh

yang kuhirup sekarang cuma kekosongan
dan aku masih mencintaimu dalam ingatan

2009