Oktober 31, 2008

catatan akhir oktober

hujan mengirim suaranya ke jantungku. aku terlempar ke dalam basah yang mencekam. jalanan menjelma petir. ada sungai yang mengangkut seluruh kotoran melewati kenangan di setiap kepala orang orang. aku menjadi bagian dalam hujan. terperangkap rintik.

aku membayangkanmu sedang membuat perahu kertas. melepasnya di sebuah jembatan. perahu itu terbang mencari nasibnya sendiri. dan kamu kembali menyusuri takdirmu. mencari penyebab kenapa kamu tak pernah bahagia.

tapi ini cuma bayangan. aku masih terperangkap rintik yang menderas. menguras hangat dalam dada. aku kini gigil menyaksikan segenap suara mengubah dirinya menjadi air. aku memasuki labirin air. mencari kamu yang sedang membuat perahu: serupa nuh.

Oktober 11, 2008

di balik jendela

saya tak ingin menulis apa-apa lagi, segalanya seperti telah selesai diucapkan, telah selesai dilakukan. maka saya, hanya tinggal duduk, melihat apa yang akan lewat. saya tak begitu paham tentang cuaca juga musim. tapi cukup bagi saya merasa bahwa dunia sebentar lagi tak ada.

dunia saya, dunia yang sudah lama saya tekuni, dunia yang saya perjuangkan di hadapan banyak orang. dunia yang mampu melumpuhkan segala kesadaran. dunia yang saya benci sekaligus saya cintai.

kali ini saya menjelma seorang tua, yang menatap dunianya dari kursi goyang, mencoba mengembalikan ingatan, betapa bahagianya ia dulu, sewaktu tenaga masih ada dan gejolak begitu membara. kini, saya mencoba menerka apa yang dirasakan orang di luar sana.

Oktober 01, 2008

keun urang teundeun dihandeuleum sieum
cag urang tunda dihanjuang siam
urang buka panto anyar mangsa balebat fitri nu rek liwat
ku kaweningan galih kasucian ati
tutup lawang tukang gambaran kahirupan nu geus kaliwat
hapunten nu kasuhun hampura nu diteuda

Minal Aidin wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Selamat Idul Fitri 1429 H