Januari 22, 2013

Mungkin Beginilah Rasanya Menjadi Ibu


harapan seperti hantu, terkadang menakutkanku. seringkali aku berharap bahwa aku bisa melewati hari ini dan esok dengan baik-baik saja. tanpa ketakutan. tanpa kecemasan. namun seringkali yang terjadi adalah aku diliputi rasa tak menentu. bukan, ini bukan soal yang menyangkut lagi perasaan remeh-temeh, yang dulu malah menjadi seperti penting.

perasaanku tak menentu saat pekerjaanku belum juga selesai, sedangkan deadline di depan mata. perasaanku tak menentu saat aku tahu bahwa sebentar lagi bulan berganti, dan aku, bahkan tak punya uang hanya untuk sekadar membayar iuran sampah. bahkan yang seringkali terjadi adalah, perasaanku tak menentu saat aku menyadari bahwa aku benar-benar tak bisa memberikan yang terbaik buat anakku.

mungkin beginilah rasanya menjadi ibu. begitu tak menentu, ketika segala sesuatu terjadi dalam rumahku.

Januari 15, 2013

Januari Hampir Matang, Sayang


ketika kau masih terlelap, sayang. aku terjaga entah untuk ke berapa kalinya. tidur nyatanya tidak bisa menghilangkan ingatan kita pada apa-apa yang semestinya kita ingat.

januari hampir matang. sedang aku masih juga mencari kata-kata, mencari ke dalam diri, ke luar diri. akulah ibu yang kehilangan anaknya. berulangkali mencoba memanggil segala mantra, namun yang kutemukan hanya tanda baca yang berserak, hanya tanda baca.

untuk apa mereka jika semua kata-kata menghilang? untuk apa?

Januari 05, 2013

Rumah Baru dan Rumah Lama

tahun 2012 adalah tahun yang penuh dengan jeda. hampir satu tahun itu, saya alpa menulis di blog. pada bulan mei, saya berpikir, mungkin saya butuh rumah yang baru, agar keinginan menulis di blog muncul kembali, seperti dulu. dulu sekali.

namun sia-sia saja. rumah baru saya pun tidak terurus. apalagi rumah yang lama. keduanya saya biarkan tak berpenghuni. kedua rumah itu nampak kesepian. menggigil pada malam-malam paling sunyi. padahal dulu, saya paling suka menulis di malam hari. membiarkan kata-kata bercumbu dengan kegelapan.

memasuki 2013, tahun dengan angka sial di ujungnya. saya kembali mencoba untuk membuka lagi pintu rumah saya. berharap kesialan tidak singgah pada rumah ini. padahal kesialan bagi sebuah blog adalah tak pernah dijamah pemiliknya. ya, saya berharap, tahun ini kata-kata akan senantiasa ada, mengisi seluruh ruang dalam rumah ini. agar malam, agar sunyi, tetap menjadi sahabat paling dekat, paling likat.

Bismillah... 
saya menulis lagi di sini. mari, mendekatlah...