April 25, 2007

kini semua yang sedang saya susun kembali karena dulu sempat pecah berserakan, lagi-lagi berhamburan, hanya karena seseorang dari masa lalu menyelusup tiba-tiba dalam hari-hari saya.

sudah saya katakan berulangkali, saya tak lagi punya harapan terhadap apapun. bahkan bagi diri saya di kemudian hari. apa yang saya susun sekarang, hanya sekadar agar saya bisa bertahan hari ini. cukup. tapi kenapa selalu saja ada orang usil yang mengingatkan saya terhadap masa depan? kenapa?

kenapa tak dia katakan dengan jujur, bahwa saya hanya seorang pecundang. tentu hal itu lebih baik daripada dia seakan-akan peduli tentang masa depan saya? bukankah dulu juga dia yang berhasil memporak-porandakan hidup saya?

April 07, 2007

Kado Ulang Tahun
:mandala

masa kanakkanak kita telah lenyap sekarang
tak ada lagi pohon cemara juga lapangan sepak bola
hanya etalase yang berderet dan sebuah gedung bioskop
dengan layar paling besar

kita makin tumbuh dewasa sekarang
kamu sudah punya motor besar, bukan lagi motor khayalan
melihatmu melesat di riuh jalanan
aku ingat saat kita menyusuri jalan sepulang sekolah
dan aku terjerembab di sebuah selokan

kamu berlari, mencari bantuan
membawakanku hangat peluk ibu
kamu kena marah dan aku menangis kesakitan

berapa usiamu sekarang?
dua puluh sembilan bukan?
tapi kenapa aku merasa baru saja kemarin
kamu mengantarku sekolah dengan seragam putih merah.

08 April 2007