Januari 03, 2017

Gedung Baru Perpusipda Ciamis



Siang tadi, Iqbal dan Kania meminta berhenti di Perpusipda Ciamis yang sebetulnya masih belum selesai renovasi. Gerbangnya masih tertutup. Perpusipda Ciamis sementara dipindahkan ke Aula Pramuka. Sejak kepindahan sementaranya itu, beberapa kali mereka kami ajak ke sana. Tapi tetap saja, mereka merasa harus berhenti di depan gerbang perpustakaan yang sedang direnovasi jika kebetulan kami sedang lewat ke sana.

Bagi Kania dan Iqbal, perpustakaan adalah tempat bermain dan berpetualang yang lain selain pohon jambu di halaman. Mereka akan bertemu banyak buku-buku yang tak mungkin bisa kami beli. Iqbal menyukai buku-buku tebal tentang alam semesta dan berbagai jenis dinosaurus. Saya seringkali mesti membacakannya sampai letih jika kami tengah bermain ke sana. Itu karena dia belum bisa membaca.
Kania lain lagi. Dia lebih senang berpetualang ke dalam buku-buku dengan penuh gambar binatang. Dia akan menyebut nama-nama binatang yang ada dalam buku itu sambil menceritakan sendiri apa yang dilihatnya, seolah-olah dia bisa membaca.

Selain buku, Iqbal menyukai perpustakaan karena di sana dia bisa merangkai puzzle peta Indonesia, bermain balok-balok kayu, dan banyak permainan lain yang tidak dimilikinya di rumah.

Iqbal sempat kecewa dan enggan ke perpustakaan lagi setelah dia tak bisa meminjam buku-buku dinosaurus yang disukainya. Petugas di sana melarang meminjam buku itu. Dan sebaiknya hanya dibaca di tempat saja. Namun, kesenangannya saat berada di perpustakaan mengalahkan kekecewaannya. Tak lama, dia mengajak kami kembali ke sana.

Kami tentu berharap, Perpusipda Ciamis yang kini gedungnya semakin mentereng ini, semakin menarik juga buku-bukunya. Semakin banyak buku-buku terbitan terbaru dibanding buku-buku lawasnya. Bagi Iqbal, mungkin dia akan lebih senang jika di dalam gedung itu, ruang untuknya bermain dan bertualang ke dalam buku semakin menyenangkan.