cinta
lama sekali saya tak menulis di sini. padahal dulu, dulu sekali, ruang ini adalah rumah kedua bagi saya. rumah tempat segala keluh-kesah tumpah. saya jarang sekali bicara tentang hidup yang saya jalani terhadap banyak orang. mungkin hanya beberapa saja orang yang tahu bagaimana kehidupan saya yang sebenarnya. dan ruang inilah yang sebetulnya sangat memahami betul bagaimana kondisi perasaan dan mood saya.
banyak peristiwa saya lewati, dan tak ada satu pun yang luput saya tuliskan, meski tentu saja dengan bahasa yang kadang-kadang hanya dimengerti oleh saya sendiri. saya paling suka menulis di sini ketika selesai melakukan perjalanan panjang atau ketika emosi saya sedang tidak stabil. di sinilah saya menuliskan banyak hal: kemarahan, kesedihan, cinta, kebencian, dan hal-hal yang kadang-kadang tidak penting dituliskan.
saat ini, saya masih merasa rumah ini sebagai rumah kedua saya. namun nyatanya, saya selalu saja tak punya cukup waktu untuk membenahi serta menatanya. mungkin besok, jika anak semata wayang saya sudah mulai belajar mandiri, saya akan kembali menata ruang ini. sebab saya merindukan banyak hal yang biasa saya lakukan di sini.
untuk saat ini, saya hanya bisa menulis ini saja. saya mencintai ruang ini sama halnya seperti saya mencintai diri saya sendiri.
Oktober 03, 2011
Juni 26, 2011
menemuimu, juni
aku menemuimu kembali, juni. kalimat-kalimat panjang telah kusiapkan untuk pertemuan kita yang singkat. tapi nyatanya aku masih juga seperti dulu. tak pandai mengucapkan kata-kata, hingga yang sampai padamu hanyalah helaan nafas yang tertahan.
aku merindukanmu, juni. seperti kurindukan juga deras air terjun di ketinggian itu, atau debur ombak pada karang di sebuah pantai. aku merindukanmu dengan atau tanpa kata-kata.
aku menemuimu kembali, juni. kalimat-kalimat panjang telah kusiapkan untuk pertemuan kita yang singkat. tapi nyatanya aku masih juga seperti dulu. tak pandai mengucapkan kata-kata, hingga yang sampai padamu hanyalah helaan nafas yang tertahan.
aku merindukanmu, juni. seperti kurindukan juga deras air terjun di ketinggian itu, atau debur ombak pada karang di sebuah pantai. aku merindukanmu dengan atau tanpa kata-kata.
Januari 23, 2011
hanya untukmu
mari, dekap ibumu, nak...
tak perlu ragu, sebab hanya dalam pelukanku, kamu akan selalu nyaman. menangislah yang kencang, dengan begitu kamu bisa berteriak lantang. tersenyumlah pada semua orang, sebab mereka akan memberimu energi yang positif jika kamu tersenyum, tapi tidak jika sebaliknya. tertawalah, sebab kebahagiaan ada di mana saja, selagi kamu bisa menjaganya.
mari, peluk ibumu, nak...
sebab cinta ini hanya untukmu...
mari, dekap ibumu, nak...
tak perlu ragu, sebab hanya dalam pelukanku, kamu akan selalu nyaman. menangislah yang kencang, dengan begitu kamu bisa berteriak lantang. tersenyumlah pada semua orang, sebab mereka akan memberimu energi yang positif jika kamu tersenyum, tapi tidak jika sebaliknya. tertawalah, sebab kebahagiaan ada di mana saja, selagi kamu bisa menjaganya.
mari, peluk ibumu, nak...
sebab cinta ini hanya untukmu...
Januari 05, 2011
Selamat Datang 2011, Selamat Tinggal 2010
tak terasa tahun sudah berganti lagi. seperti masih kemarin memasuki kota baru yang sebetulnya sudah lama dikenal. seperti baru kemarin merasakan mual-mual yang teramat sangat, karena ada yang sedang tumbuh dalam rahim. seperti baru kemarin merasakan bagaimana rasanya kau keluar, menangis dan tertawa pada dunia. seperti baru kemarin menyusuri kota-kota, berjalan di dalamnya serupa pelancong. seperti baru kemarin aku menemukanmu.
tapi waktu, dia begitu pandai menipu. seperti terlena, aku begitu saja terseret pada pusaran arusnya yang kuat. lalu tersadar di ujung desember yang hangat.
ya, kini ada kau, nak. kita memasuki tahun yang baru bersama-sama. kita akan sama-sama belajar bagaimana menghadapi hidup. kita akan belajar mengeja kata demi kata dari kehidupan. kita akan selalu belajar dan belajar. dan yang terpenting, kita akan selalu bersama, sampai kelak kau bisa menentukan hidupmu sendiri. nasibmu sendiri.
desember telah pergi. kini kita bersama januari. semoga di tahun ini, kita bisa belajar lebih banyak lagi. agar kita bisa lebih pandai mensyukuri hidup. cepatlah besar, nak. sehatlah selalu. karena aku mencintaimu!
tak terasa tahun sudah berganti lagi. seperti masih kemarin memasuki kota baru yang sebetulnya sudah lama dikenal. seperti baru kemarin merasakan mual-mual yang teramat sangat, karena ada yang sedang tumbuh dalam rahim. seperti baru kemarin merasakan bagaimana rasanya kau keluar, menangis dan tertawa pada dunia. seperti baru kemarin menyusuri kota-kota, berjalan di dalamnya serupa pelancong. seperti baru kemarin aku menemukanmu.
tapi waktu, dia begitu pandai menipu. seperti terlena, aku begitu saja terseret pada pusaran arusnya yang kuat. lalu tersadar di ujung desember yang hangat.
ya, kini ada kau, nak. kita memasuki tahun yang baru bersama-sama. kita akan sama-sama belajar bagaimana menghadapi hidup. kita akan belajar mengeja kata demi kata dari kehidupan. kita akan selalu belajar dan belajar. dan yang terpenting, kita akan selalu bersama, sampai kelak kau bisa menentukan hidupmu sendiri. nasibmu sendiri.
desember telah pergi. kini kita bersama januari. semoga di tahun ini, kita bisa belajar lebih banyak lagi. agar kita bisa lebih pandai mensyukuri hidup. cepatlah besar, nak. sehatlah selalu. karena aku mencintaimu!
September 09, 2010
Juli 30, 2010
sebentar lagi, seseorang akan datang pada kami, dia, tentu saja dengan senyum mungilnya atau mungkin tangis pertamanya, akan membawa kami pada sebuah kesadaran, bahwa cinta bukan saja milik kami berdua, tapi menjadi milik kami bertiga.
semakin hari, semakin ada yang lincah bergerak, diam-diam meyakinkan kami, bahwa segalanya akan baik-baik saja. tak perlu ada yang dikhawatirkan atau ditakuti. sebab kehadirannya justru akan membawa kami pada hidup yang lebih indah.
kami kini menunggu detik-detik paling mendebarkan itu...
semakin hari, semakin ada yang lincah bergerak, diam-diam meyakinkan kami, bahwa segalanya akan baik-baik saja. tak perlu ada yang dikhawatirkan atau ditakuti. sebab kehadirannya justru akan membawa kami pada hidup yang lebih indah.
kami kini menunggu detik-detik paling mendebarkan itu...
Mei 02, 2010
hitam putih
lama sekali tak menulis di sini. tak lagi kuingat apa saja yang telah lewat. terlalu banyak peristiwa. terlalu banyak cerita. masa-masa yang panjang tanpa catatan adalah masa-masa bagaimana aku memutuskan mengambil satu pilihan untuk hidupku. kamu.
lalu hari-hari bersamamu tiba-tiba serupa hujan. meluncur begitu saja. namun selalu ada yang tersisa dari hujan. bau tanah. aroma daun. semuanya masih melekat dalam ingatan. dan hari ini, kita memasuki rumah baru, pada halamannya ada lidah buaya, sirih, juga pohon jambu. besok aku ingin menambahkan bunga-bunga aneka warna, agar kita bisa melihat bahwa hidup tidak melulu hitam dan putih saja.
lama sekali tak menulis di sini. tak lagi kuingat apa saja yang telah lewat. terlalu banyak peristiwa. terlalu banyak cerita. masa-masa yang panjang tanpa catatan adalah masa-masa bagaimana aku memutuskan mengambil satu pilihan untuk hidupku. kamu.
lalu hari-hari bersamamu tiba-tiba serupa hujan. meluncur begitu saja. namun selalu ada yang tersisa dari hujan. bau tanah. aroma daun. semuanya masih melekat dalam ingatan. dan hari ini, kita memasuki rumah baru, pada halamannya ada lidah buaya, sirih, juga pohon jambu. besok aku ingin menambahkan bunga-bunga aneka warna, agar kita bisa melihat bahwa hidup tidak melulu hitam dan putih saja.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...
-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...
-
cukup kutulis begini, pelukanmu itulah yang senantiasa kurindukan. haha... tidak, ini serius. aku tidak butuh apapun saat ini. kecuali peluk...