cinta
lama sekali saya tak menulis di sini. padahal dulu, dulu sekali, ruang ini adalah rumah kedua bagi saya. rumah tempat segala keluh-kesah tumpah. saya jarang sekali bicara tentang hidup yang saya jalani terhadap banyak orang. mungkin hanya beberapa saja orang yang tahu bagaimana kehidupan saya yang sebenarnya. dan ruang inilah yang sebetulnya sangat memahami betul bagaimana kondisi perasaan dan mood saya.
banyak peristiwa saya lewati, dan tak ada satu pun yang luput saya tuliskan, meski tentu saja dengan bahasa yang kadang-kadang hanya dimengerti oleh saya sendiri. saya paling suka menulis di sini ketika selesai melakukan perjalanan panjang atau ketika emosi saya sedang tidak stabil. di sinilah saya menuliskan banyak hal: kemarahan, kesedihan, cinta, kebencian, dan hal-hal yang kadang-kadang tidak penting dituliskan.
saat ini, saya masih merasa rumah ini sebagai rumah kedua saya. namun nyatanya, saya selalu saja tak punya cukup waktu untuk membenahi serta menatanya. mungkin besok, jika anak semata wayang saya sudah mulai belajar mandiri, saya akan kembali menata ruang ini. sebab saya merindukan banyak hal yang biasa saya lakukan di sini.
untuk saat ini, saya hanya bisa menulis ini saja. saya mencintai ruang ini sama halnya seperti saya mencintai diri saya sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...
2 komentar:
selamat datang kembali.. rindu menjumpaimu dalam tulisanmu.
Wida, aku rindu. rindu kita berkatakata tentang apa saja seperti yang lalulalu. rindu menatap langitlangit malam dengan desau suara kereta api, entah di perjalanan kereta api atau di stasiun kita dudukduduk. Dan aku rindu sesekali kita menonton teater bareng. tempat aku menumpahkan segala rasa, kegilaan, amarah, dan rasa ingin bebas dari semuanya ini.
Posting Komentar