Desember 15, 2005

surat untuk seorang kawan seperjalanan

jika memaafkan terlalu berat bagimu, maka lupakan perjalanan kita satu tahun ke belakang. lupakan semua tentang aku. anggap saja kita tak pernah saling mengenal sebelumnya. dan aku akan berusaha memulai hidup baru, tanpa harus merasa takut tersakiti atau menyakiti.

jika rasa sakit yang kurasakan tak cukup menjadi alasan bagimu untuk memaafkanku yang lancang berbuat sesuatu yang sebelumnya tidak pernah aku lakukan, maka sudahi saja kisah (yang entah kita beri nama apa) ini. sudah terlalu banyak kesalahanku di hadapanmu sejak kita saling mengenal. sedangkan kamu, tak pernah sedikit pun membuat kesalahan.

untuk yang terakhir kalinya, maafkan aku!
walau kau mungkin akan tetap membiarkan aku menjadi pesakitan dan pecundang yang picik di hadapanmu.

salam.

8 Comments:

Anonymous lelaki abu said...

siapakah kawanmu itu? katakan padanya, dia manusia paling bodoh krn tak bisa memaafkan kawannya sendiri.

2:37 AM  
Anonymous Anonim said...

gua ga kenal lu.. gua juga ga ngerti kenapa bisa sampe di blog lu.. tapi tulisan lu menguatkan gua, semoga rasa sakit ini cepat berlalu ..

4:28 AM  
Anonymous lope said...

memaafkan lebih baik dan mulia bila dia mengetahuinya... semoga dia membunyai jiwa yang bijak dalam menerima kesilapanmu .... ^_^ salam kenal ;) btw interest story

7:40 PM  
Blogger Unsunghero said...

...barangkali kawanmu itu punya sebab yang cukup kuat untuk tidak memaafkanmu. sama ada sebab itu rasional atau tidak untuk kau terima, sesungguhnya itu sudah menjadi kata putusnya untuk terus beranggapan salahmu itu tiada dapat dia maafkan...

...teruskan hidupmu. biarkan dia dengan dendamnya kerana paling tidak kau sudah memulakan sesuatu yang mulia demi kisah yang tak bernama ini yakni memohon kemaafan...

nota: saya sering ke sini, cuma jarang sekali meninggalkan sebarang kenyataan

5:50 PM  
Anonymous etca said...

Jangan biarkan dirimu disakiti, karena ku tahu kamu bukanlah seorang pesakitan apalagi seorang pecundang. Sejak 2002 aku mengenalmu, meski tak saban hari bumi mempertemukan kita, hanya stasiun yang begitu setia menunggu setiap perjumpaan kita. Dalam duniamu yang bernama entah, kamu tetaplah seorang manusia yang selalu nguwongke orang lain, meski yang lain tak selalu begitu padamu. Bahkan aku sendiri terlalu makan egoku dengan dirimu.

"cintailah dirimu sendiri hingga peluh bercucuran di dahimu. dan jangan menyakiti dirimu sendiri dengan katakata milik orang lain yang tak jelas juntrungannya."

12:02 PM  
Anonymous sireum said...

lelaki abu: bodohnya dia mungkin saja mempunyai alasan yang kuat.

anonymous: kalo begitu, kenapa kita tdk berkenalan saja? katakan padaku, siapa dirimu. dan aku akan menjadi kawanmu. bagaimana?

lope: amin! semoga saja demikian. salam kenal juga untukmu, lope ;)

unsunghero: hidup memang harus diteruskan, dimaafkan atau pun tidak. dan terima kasih untukmu yang setia berkunjung ke dalam gubuk sunyiku ini. terima kasih...

etca: huaaa...jadi kangen stasiun. kangen kamu tentu saja. hayooo.. kapan akan keluar dari sarangmu dan terbang kemana pun kamu suka!

11:48 AM  
Anonymous ruslan said...

reum, suer saya mah nggak bisa ngebedain kamu teh lagi bercerita atau berpuisi
temen seperjalanan kamu teh beneran ada?

6:13 PM  
Anonymous Anonim said...

gua balik lagi untuk baca tulisan lu, terimakasih untuk tawarannya.. lu sudah menjadi kawan buat gua, gua minta ijin untuk meng-copy "surat untuk seorang kawan seperjalanan" .. lain waktu gua mampir lagi kesini, terimakasih :)

2:52 AM  

Posting Komentar

<< Home