Desember 20, 2005

putih bolong

beginilah ketika alam mencoba berteriak dan melawan. sesuatu tiba-tiba menjelma batu. air, pepohonan, tanah dan dedaunan tak lagi ada. semua menjelma batu. hujan batu. lantas adakah yang bisa mengembalikan semuanya? selain kita? pelaku-pelaku kejahatan yang diam-diam telah membunuh seluruh kehidupan. merubahnya menjadi batu.

kitalah pembunuh itu, tuan!

3 Comments:

Anonymous Anonim said...

.

12:03 PM  
Blogger laila said...

emm... sebenarnya alam pun memiliki kemampuan untuk mengembalikan dirinya kembali dalam keseimbangan... namun jika kerusakan yang terjadi berlebihan dan disengaja oleh manusia, tentunya akan lain halnya...
semoga kita selalu diberikan kekuatan dan kesempatan untuk selalu memberi kehidupan pada alam...

11:58 PM  
Anonymous arfah said...

Tapi saya pikir, kita tidak boleh mencari tahu seberapa kuat alam bisa menyeimbangkan dirinya dengan kerusakan yang terjadi. Bisa saja kita akan terbuai dan terus menjadi pembunuh, dan selalu berkata: "Toh alam mampu beradaptasi!" Alam juga bernafas, dan nafasnya jauh lebih mulia dibanding manusia. Janganlah manusia menjadikan kemuliaan itu menjadi onggokan pertanda: batu. Lalu keras berkata: "Dahulu ada alam yang pernah hidup di sini!"

3:36 PM  

Posting Komentar

<< Home