November 28, 2005

tentang pernikahan dan tahun ketiga

hari ini, genap tiga tahun aku menulis di sini. sebuah rumah sederhana yang terkadang bocor atapnya. tapi aku sungguh merasa rumah ini adalah rumah ternyaman yang aku punya. meski hanya sunyi yang kudapati setiap kali aku membuka pintunya sepulang dari menengok hidup yang terlampau riuh.

di tahun ketiga ini, tiba-tiba aku dihadapkan pada sebuah peristiwa yang menurutku teramat sangat sayang untuk dilewatkan. apalagi kalau bukan sebuah pernikahan. walau menurutku, pernikahan dan kematian berbeda tipis, aku sendiri sampai sekarang masih sulit membedakan di mana letak perbedaannya. kematian, senantiasa diselubungi warna kafan, begitu pun dengan pernikahan. tapi ini bukanlah satu bentuk protes terhadap seorang sahabat yang kemarin melangsungkan pernikahan. bukan sama sekali. ini hanya bentuk perasaan yang mungkin terharu orang bilang, ketika melihat betapa mereka berdua akhirnya duduk juga di kursi pelaminan.

selamat untuk Pramita Gayatri dan Firman Venayaksa,
kata-kata tak akan bisa mewakili kebahagiaanku atas pernikahan kalian berdua.

November 22, 2005

setelah malam ini,
mungkin sunyi makin menjelma
menggenapkan seribu kesakitan

November 10, 2005

aku lagi di ultimus
kulihat hakim, fajar, niki sama seseorang yang baru aku lihat sekarang tengah sibuk mempersiapkan keberangkatan mereka ke bromo. aku ingin ikut. tapi sayang, mendadak sekali. huh! coba kalo tahu sebelumnya, kan bisa merampok bank dulu waktu libur lebaran kemarin.

kini, aku cuma bisa melihat mereka dengan rasa iri.
aku pengennn ikuttttttttttttt!

November 03, 2005

kembali,
seluruh keluarga sireum mengucapkan:


Selamat Idul Fitri 1426 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.


semoga kita bisa bertemu kembali di ramadhan tahun depan!

Oktober 04, 2005

ini ramadhan ketiga

ramadhan ketiga di rumah ini
setiap ramadhan senantiasa memberi nuansa yang berbeda
dua tahun lalu, ramadhanku masih berbau kampus dan bau kota tua
ramadhan kemarin, aku hinggap pada sesuatu bernama toko buku
ramadhan sekarang? adakah nuansa baru akan datang?

ya, akhirnya...
kunikmati juga kesyahduannya.
selamat datang, ramadhan...
aku rindu menyetubuhimu...

BumiAllah, 04 Oktober 2005

seperti biasa, selama satu bulan ke depan, halaman ini akan berpindah ke: Ruang Rindu

September 26, 2005

tuhan,
ruang ini begitu sunyi
dan aku semakin sepi di sini.
dia mungkin sudah lupa.
bahkan Kau?

September 03, 2005

Surat Terbuka untuk Kekasih

Kekasihku...
Duka dan kebahagiaan berkabar layaknya dua sisi mata uang. Begitu cepat berbalik, begitu cepat berubah. Dan aku, berada di antara keduanya. Nasib juga hidup menyeretku pada peristiwa demi peristiwa. Sesuatu yang kelak dinamakan sejarah. Tapi layakkah manusia macam aku menulis sejarahnya sendiri? Saat dunia hanya bisa tertawa atas apa yang aku lakukan? Aku ditertawakan. Dihina dan disingkirkan. Terasing dan Sepi.

Maaf, jika kalimatku ini terlalu emosional untuk dibaca sebagai sebuah surat cinta. Tapi beginilah aku sekarang. Layaknya seekor rusa yang tertembak pemburu, aku terkapar tak berdaya. Hanya bisa meracau dan berteriak-teriak marah, tanpa bisa melawan apa-apa.

Kekasihku,
Aku letih untuk sesuatu bernama perjalanan.

Salam,
Kekasihmu.

Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus

Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...