Februari 24, 2008

sebuah jam di satu pagi

aku menghirup wangi hutan di tubuhmu
deras air sungai dan hembusan pohon pinus
segala yang telah lama hilang dalam ingatan

televisi itu sudah lama tak bersuara
ada boomerang di dinding kamar
cermin tua dan selimut tebal
kau sembunyi dibaliknya seperti menyembunyikan
kesedihan yang memberat

"datanglah, aku takkan mengunci pintu
agar kamu bisa masuk kapan saja"
kalimatmu beruntun di ujung telepon
menyesatkan pikiranku yang kalut.

4 Comments:

Blogger ichal said...

waoww,,, manis sekali larik-lariknya

sepertinya pintu selalu terbuka untuk yang wangi hutan,!!


salam.,,,
maafkan lama tak kemari

11:31 AM  
Anonymous sireum said...

ichal : hehehe... begitulah... salam juga untukmu...

7:48 PM  
Anonymous SD said...

................
Tutuplah pintu rumahmu rapat-rapat
Aku akan segera datang mengetuknya
seusai perjalanan panjang ini
................

................
Tutuplah pintu rumahmu
sedemikian rapat
kuncikanlah agar dapat kupaksakan
hasratku menujumu
................

4:00 AM  
Anonymous sangwolk-coholic said...

Berdamai dengan masa lalu tentu lebih mudah daripada berdamai dengan hari ini.....

7:49 AM  

Posting Komentar

<< Home