Februari 24, 2006

Lelaki,
di riuhmu yang kian lengking
aku menangkap sunyi yang memanjang
adakah mungkin engkau rindu untuk pulang?

sebuah amsal tempat lelaki harus kembali.

6 Comments:

Blogger dobby said...

ya, aku ingin pulang. tapi bersama kamu...:)

7:16 PM  
Anonymous Anonim said...

.

9:31 AM  
Anonymous arfah said...

saya malah rindu pada sebuah kepergian!

t'wida, kapan nonton teater lagi? maaf yg waktu itu!

9:13 AM  
Anonymous Anonim said...

katakan padanya bila dia memang yang aku kenal. Katakan padanya jika dia lebih menyukai menabur kesunyian lalu berbuah senyap. Katakan padanya sepertinya datangnya seorang kawan hanya merupakan sebuah lalu bagi kehidupannya. Katakan padanya, hidup hanyalah menyemai kawan yang sedang jauh sekalipun mungkin tak kan pernah bertemu dengannya lagi.

9:51 AM  
Blogger delavega said...

wida,... puisimu menggetarkan jiwa....Makasih dah mampir ke blog saya...

4:52 PM  
Anonymous hoe said...

biarkan kaki melangkah sendiri...

11:55 PM  

Posting Komentar

<< Home