Agustus 18, 2004

"sejak kapan kau percaya pada mimpi?" tanyaku penuh minat.
"sejak mimpi mengatakan bahwa aku akan kehilangan ibuku! kuharap kau pun percaya pada mimpi-mimpimu!" ucapnya tegas.
"tapi mimpiku terlalu banyak. aku pun tak ingat semuanya!" jawabku semakin kebingungan.
"pasti ada yang kau ingat! pasti!" katanya kembali meyakinkan.
"entahlah, aku tak yakin mimpiku punya makna," aku menarik nafas. ada beban yang ingin aku hembuskan seiring udara yang keluar.
"percayalah!"
dia berlalu dari hadapanku. meninggalkanku kembali seorang diri. hanya sendiri.