Maret 31, 2004

kembali resah itu menggeliat. kau memang tidak datang malam ini dalam mimpiku, tapi tidakkah kau tahu? ada ritmis yang mistis yang menuntunku terus melukis sketsamu yang samar, meski hanya kabut yang menjadi pertanda kaburnya penglihatan. tapi di depanku kau tersenyum tanpa batas ruang, tanpa batas jarak. tersenyum...