Februari 26, 2004

tahun baru, luka baru

apa yang harus dikatakan? jika semuanya tak patut disesali, apalagi dianggap sebagai akhir dari segalanya. bukan, bukan itu yang patut direnungkan. masih ada banyak kata sekedar membuat kita tenang.

kejadian demi kejadian datang silih berganti. pertama-tama, makhluk satu ini hp-nya raib dalam sebuah rencana pertemuan, lantas dua sejoli ini pun mengalami cedera yang lumayan diakibatkan lubang jalanan di sekitar kampus itb. dan akhirnya, jatah itu datang juga kepada saya.

tepatnya selasa siang, sehabis membobol ludes tabungan saya yang tak seberapa di bank mandiri cabang setiabudhi, tepat beberapa menit setelah kaki saya melangkah keluar dari bank, sebuah motor dengan dua orang penumpangnya berhasil menjambret tas merah kesayangan saya hingga tak menyisakan apa pun, selain kegetiran dan rasa takut dalam diri. ini benar-benar pengalaman pertama dan semoga menjadi pengalaman terakhir hidup saya.

awal tahun yang banyak menyisakan kenangan, semoga membawa kebaikan sepanjang tahun ini. beberapa nyawa telah diambil dari tas saya. bukan hanya uang, bukan hanya handphone, bukan hanya ktp, atau atm, tapi beberapa disket berisi tulisan-tulisan, beberapa buku catatan berisi tulisan-tulisan juga, buku albert camus yang berjudul orang-orang terbungkam milik kakak saya, on/off edisi terbaru, dan beberapa alat untuk menulis.

kini yang tertinggal hanya sepenggal kenangan. hanya kenangan! tapi tak harus disesali bukan? sebab waktu tak mungkin kembali.