biarkan aku mati
dalam sepi sendiri
mencari arti sunyi
yang mengubur para sufi
Desember 29, 2003
Desember 27, 2003
hanya kau yang punya jawaban atas hidupmu. atas takdirmu. kaulah yang menentukan ke arah mana perahu akan berlayar. sedang aku masih tetap sebagai dermaga yang sia-sia dalam penantian. aku memang pernah disinggahi banyak perahu, tapi itu dulu. sekarang, setelah satu-satu perahu itu berlalu.. aku hanya dermaga tua yang siap lapuk dimakan waktu, dimakan usia.
aku sudah tak peduli lagi tentang semuanya, karena kini aku hanya mencari satu saja kunci dari hidup: HATI!
aku tak punya hati yang luas, sedang hidup ini butuh hati seluas samudera, selapang langit yang membentang biru. dan aku tak punya itu. maka duniaku terasa sempit dan gelap. melingkarlingkar dalam labirin. dalam ingatan tentang jarak, tentang waktu, tentang usia yang menua, tentang kematian yang menakutkan.
kini aku hanya bisa bersumerah, sekedar mempercayai bahwa doa adalah senjata paling ampuh yang manusia punya. dalam doaku, aku berharap semoga saja akan ada yang membawakan hati seluas lautan.. seluas cakrawala.. seluas mayapada.. ke dalam hidupku. hingga aku tak merasa takut lagi, ketika esok pagi terbangun.. disampingku hanya ada sebuah buku.
aku sudah tak peduli lagi tentang semuanya, karena kini aku hanya mencari satu saja kunci dari hidup: HATI!
aku tak punya hati yang luas, sedang hidup ini butuh hati seluas samudera, selapang langit yang membentang biru. dan aku tak punya itu. maka duniaku terasa sempit dan gelap. melingkarlingkar dalam labirin. dalam ingatan tentang jarak, tentang waktu, tentang usia yang menua, tentang kematian yang menakutkan.
kini aku hanya bisa bersumerah, sekedar mempercayai bahwa doa adalah senjata paling ampuh yang manusia punya. dalam doaku, aku berharap semoga saja akan ada yang membawakan hati seluas lautan.. seluas cakrawala.. seluas mayapada.. ke dalam hidupku. hingga aku tak merasa takut lagi, ketika esok pagi terbangun.. disampingku hanya ada sebuah buku.
Desember 23, 2003
inilah hidup bung!
secepat kilat kita berubah. seperti putaran roda. kadang di atas, kadang di bawah. kecepatannya kadang melebihi kecepatan cahaya. anda perlu contoh bung?
begini, pernahkah anda merasa sedih? seakan-akan dunia hanya gelap. tanpa cahaya sedikitpun? kemana pun anda berpaling, yang terlihat hanya mendung yang menelikung. anda seakan ingin mati saja? pernahkah?
lantas beberapa detik setelah itu, anda bertemu seorang kawan dan anda menceritakan apa yang terjadi, lantas kawan anda tersenyum ramah dan menolong anda. secepat itu juga anda merasa seakan-akan dunia menjadi biru. penuh warna, terang. anda seakan-akan melayang di angkasa bersama ribuan burung. pernah kan?
anda mungkin lupa, tapi kelak semua itu bisa terjadi lagi. sebab dunia ini bulat, dan kita berputar di atasnya.
secepat kilat kita berubah. seperti putaran roda. kadang di atas, kadang di bawah. kecepatannya kadang melebihi kecepatan cahaya. anda perlu contoh bung?
begini, pernahkah anda merasa sedih? seakan-akan dunia hanya gelap. tanpa cahaya sedikitpun? kemana pun anda berpaling, yang terlihat hanya mendung yang menelikung. anda seakan ingin mati saja? pernahkah?
lantas beberapa detik setelah itu, anda bertemu seorang kawan dan anda menceritakan apa yang terjadi, lantas kawan anda tersenyum ramah dan menolong anda. secepat itu juga anda merasa seakan-akan dunia menjadi biru. penuh warna, terang. anda seakan-akan melayang di angkasa bersama ribuan burung. pernah kan?
anda mungkin lupa, tapi kelak semua itu bisa terjadi lagi. sebab dunia ini bulat, dan kita berputar di atasnya.
Desember 16, 2003
membaca peta di matamu
dimatamu kulihat peta kota tempat semuanya bermula
kau yang menggariskan rindu tepat di jantungku
menorehkan satu demi satu kalimat panjang tentang
masa depan. menjadi simbol tentang gerimis
yang meringis
aku ingin pulang saat menatap hitam matamu
aku ingin kembali ke masalalu ketika bola matamu
berkilat serupa api menjilatjilat sunyi di tubuh adam
aku ingin terbang, membawamu menuju kota tempat segala
mimpi lebur dalam karungkarung ingatan tentang airmata
kau telah menuliskan kalimat panjang tentang manusia
tentang rindu yang abu, tentang hidup yang redup
dan aku tak mungkin kembali tanpa kilat matamu
yang memaku
jogja, 08 desember 2003
dimatamu kulihat peta kota tempat semuanya bermula
kau yang menggariskan rindu tepat di jantungku
menorehkan satu demi satu kalimat panjang tentang
masa depan. menjadi simbol tentang gerimis
yang meringis
aku ingin pulang saat menatap hitam matamu
aku ingin kembali ke masalalu ketika bola matamu
berkilat serupa api menjilatjilat sunyi di tubuh adam
aku ingin terbang, membawamu menuju kota tempat segala
mimpi lebur dalam karungkarung ingatan tentang airmata
kau telah menuliskan kalimat panjang tentang manusia
tentang rindu yang abu, tentang hidup yang redup
dan aku tak mungkin kembali tanpa kilat matamu
yang memaku
jogja, 08 desember 2003
Desember 14, 2003
Desember 12, 2003
tadi siang bapak ini nelpon saya dengan suara yang terdengar kaget dan ingin tahu yang besar. dia bilang kalo lukman a sya sudah almarhum. kontan saya pun terbawa kaget. lhaa.. sebelum lebaran saya sempat ketemu lukman, dan dia baik-baik saja.
akhirnya saya memutuskan untuk nyari kabar sendiri sama temen-temen di bandung, apa bener yang dia bilang itu bener atau hanya issue doang. dan sebuah sms saya terima dan membuat jantung terasa copot.
Zar, lukman telah pergi.. relakan dia.
berdoa saja, dan tolong kabari
teman2 yg lain. kamu masih
di jogja kan?
sender: rahmawinasa
+6281723848XX
sent: 12 des 2003
15:17:34
DZIGHHHHHHHHHHHHHHH!!!
akhirnya saya memutuskan untuk nyari kabar sendiri sama temen-temen di bandung, apa bener yang dia bilang itu bener atau hanya issue doang. dan sebuah sms saya terima dan membuat jantung terasa copot.
Zar, lukman telah pergi.. relakan dia.
berdoa saja, dan tolong kabari
teman2 yg lain. kamu masih
di jogja kan?
sender: rahmawinasa
+6281723848XX
sent: 12 des 2003
15:17:34
DZIGHHHHHHHHHHHHHHH!!!
Desember 09, 2003
Desember 02, 2003
murka bapa
amarah jadi lautan di matamu
menghanyutkan cinta setulus matahari
menenggelamkan matahari setulus cinta
di matamu, aku menjelma rajah
dimantrakan dengan segala dengki
aku perempuan penuh laknat
dicambuki maki bapak
diciumi benci ibu
aku perempuan kecil jelmaan rahwana
dikutuk empat juta orang atas khianat
yang bersarang di dada kanan.
bumiallah, 27 november 2003
amarah jadi lautan di matamu
menghanyutkan cinta setulus matahari
menenggelamkan matahari setulus cinta
di matamu, aku menjelma rajah
dimantrakan dengan segala dengki
aku perempuan penuh laknat
dicambuki maki bapak
diciumi benci ibu
aku perempuan kecil jelmaan rahwana
dikutuk empat juta orang atas khianat
yang bersarang di dada kanan.
bumiallah, 27 november 2003
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...