Agustus 26, 2008

tentang cinta dan ketagihan

malam ini tiba-tiba seorang teman bicara tentang cinta, sesuatu hal yang sudah lama sekali saya hindari. dia, kawan saya itu, sedang ingin memisahkan antara cinta dan ketagihan. mari kita simak pendapatnya tentang cinta dan ketagihan.

cinta itu pembenaran pribadi atau bersama terhadap suatu hal yang dianggap sebagai suatu sub sense dari suka, mungkin. atau ada yang mengatakan juga cinta itu loncatan listrik sesaat yang timbul di ujung neuron yang muncul pada satu kondisi tertentu. tapi definisinya absurd.

cinta tidak ada bedanya dengan rasa lain undefined dan merepresentasikan rasa itu sendiri, apa itu sayang? apa itu benci? apa itu sakit? tidak terdefinisikan karena secara biologis itu hanya bagian dari reaksi tubuh, namun karena banyak hal terlalu di ekspos. karena cinta merepresentasikan rasa, jelas beda dengan ketagihan, kalau ketagihan merepresentasikan tuntutan

lantas saya tergelitik untuk bertanya: tapi keduanya bisa menjadi satu jalinan yang tak terpisahkan? atau memang kalau ada cinta, tak akan ada ketagihan? atau bagaimana?

esensi frasenya bukan keterikatan cinta dan ketagihan, tapi apakah yang kita rasakan merupakan cinta atau ketagihan. idealnya cinta itu murni karena bagian dari rasa, pure humanly, sementara ketagihan adalah dibuat, diharuskan, dibiasakan, it's EGO. jika tidak dikelola dengan baik, rasa cinta berubah jadi ketagihan, efeknya mungkin lost orientasi dalam suatu ikatan.

dari "karena cinta saya harus bersama kamu" menjadi hanya "saya harus bersama kamu."

lalu bagaimana menurut anda?

6 Comments:

Blogger Multama Nazri said...

ya saya sepakat kalau cinta itu bukan ketagihan....cinta ibarat bayi lahir yang suci, hanya kita terkadang mengubah cinta itu menjadi sesuatu hal yang lain misalnya ketagihan, seks dan obsen lainnya....

9:16 AM  
Blogger goresan pena said...

ruwet banget yah definisi cinta itu?
padahal menurutku, cinta itu sangat sederhana. tidak perlu terlalu dipikirkan, nikmati saja. rasakan kekuatannya. belajar mencintai, sama seperti ketika kita melihat orang buta dan kekasih bisunya berjalan saling tuntun. begitulah... bukankah sederhana?
menjadi ketagihan...saat kita merasakan nikmatnya cinta itu.

salam kenal,
hezra!

2:20 PM  
Anonymous idos said...

ah duka teuing....teu apal

6:32 PM  
Anonymous Anonim said...

saya masih menganggap cinta itu halusinasi, saya lebih setuju dengan ketagihan karena memang saya menginginkannya untuk tetap menjaga agar ketagihan, biar tak terlupakan. kitu ceunah.

ti' simkuring
layungbeureum

2:32 PM  
Blogger timur matahari said...

duh defenisi yang perlu pengakuan.. sederhana namun tak semudah yang dibayangkan, rumit tapi tak masih banyak canda tawa bahagia didalamnya... cinta mengejarku dalam tempat yang sangat gelap, bahkan aku sudah tersudut, dia mengulur waktu hanya untuk bertemu.. padahal aku sudah menjauh,, suatu ketikapun aku pernah berlari hampir mati.. dia hanya berjalan pelan, namun hilang dan pergi..

7:46 AM  
Anonymous Pejalan Kaki Mania said...

Jadi ingat puisi Sapardi Djoko Damono

"aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan, kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada"

Cinta itu sederhana karena semua prosesnya berlangsung alamiah :-)

7:51 PM  

Posting Komentar

<< Home