Agustus 08, 2008

bulan nyangkut di ruwet kabel dan tiang listrik
agustus terbakar, asapnya mengepung menjadi tenung
segalanya mungkin berakhir di sini
di satu waktu, ketika kita merasa
tak ada lagi yang bisa dijelaskan
tak ada lagi yang bisa ditegaskan
mari berjalan sendiri
menggali kubur
bagi diri

4 Comments:

Blogger tukang seduh said...

--agustus terbakar, asapnya mengepung menjadi tenung---

sementara di kotaku, agustus menghijau. Pucuknya bahkan meneteskan rimis. Mewangi hingga jauh. Tak bisakah juga menenangkan agustusmu?

(salam teh, lama tak bersapa2 kita, ya, hehehe)

5:35 PM  
Anonymous Anonim said...

jadikan aku batu.
jadikan aku BATU.
jadikan aku BATU.

agar aku tak pernah lagi nyeri.

5:27 PM  
Blogger timur matahari said...

salam kenal

sementara
agustus merah
bendera
darah
amarah
merdeka
dan ada juga tipu daya
darah yang merdeka
amarah yang merdeka
tipu daya yang merdeka
merdeka seperti apa?
merdeka yang tetap berdarah
merdeka yang tetap memelihara tipu daya
merdeka yang tetap memendam amarah

4:09 AM  
Blogger Multama Nazri said...

Biarkan agustus sampai september..mungkin masih ada secercah sinar nantinya...bilapun tidak biarkan orang yang kita sayang menggali kuburan kita, karena itu hal indah terakhir buat kita...
tulisan yang bagus mas...salam kenal ya mas

11:35 AM  

Posting Komentar

<< Home