perempuan dilarang memaki!
ada baiknya jika seorang perempuan hendak memaki, dia berpikir ulang lagi. sebab bukan saja permasalahannya akan lebih runyam dibanding makian itu sendiri, tapi juga akan memperburuk keadaan, bahkan menyebabkan kematian. perempuan menjadi tidak ekspresif itu soal lain.
pernah dengar suami membentak istri? tentu reaksi istri bungkam seribu bahasa, lantas setelah itu diam-diam dia menangis di dalam kamar, sendirian. ada juga istri yang melawan dengan membentak balik sang suami, tapi ini biasanya akan berakhir dengan tamparan. sangat menyedihkan!
pernah dengar istri membentak suami? dalam soal ini, mungkin atau bahkan sudah bisa dipastikan, suami akan langsung mengeluarkan talak 3. tapi kalau tidak pun, istri akan lagi-lagi mendapat tamparan. lebih menyedihkan!
jadi bagi anda perempuan. silahkan berpikir ulang sebelum memaki.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...
3 komentar:
kenapa harus memaki? tapi kalaupun mau memakilah tidak ada yang perlu dipendam dan tidak ada larangan untuk tidak memaki, sepenuhnya pribadi kita adalah kebebasan!
terima kasih, layung!
saat ini saya lebih ingin memaki jarak daripada semua yang ada di dunia. saya ingin benar-benar memaki jarak. sampai enyah seluruh kemarahan ini.
untung saya mah tara memaki isteri, jadi isteri saya juga kayaknya gak pernah merasa perlu memaki balik :D
Posting Komentar