diamdiam aku membangun rumah dalam lelapmu
tanpa kau sadari, aku pindahkan satusatu rindu
kurajut menjadi kelambu
tempat kita memeluk kenangan
menjadikannya mimpi dan lelap dalam satu malam
hanya satu malam
seperti juga kemarin
kita tak bisa lama
sebab esok kereta akan berangkat lagi
menyeret tubuhmu pada kota yang yang hiruk itu.
Ultimus, 12 Juni 2006.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar