cahaya
di rumah ini, kita menumbuhkan cahaya, kekasih
kelak ia akan menjadi matahari yang lain. rembulan yang lain
lalu siang dan malam kita semakin sempurna
Oktober 14, 2011
Oktober 11, 2011
perjalanan memahami musim
1
sepanjang musim yang asing ini, kekasih
aku mencari cara memahami cuaca
namun cuaca, ia sepertimu, tak tertebak
aku terjebak di antara musim asing
di antara runcing angin dan terik matahari
2
telah lama kurindukan perjalanan, kekasih
menyusur kota-kota, menyusun kata-kata
namun jalan-jalan seolah menutup diri
tak ada celah untuk melangkah
3
hanya dalam kamar ini, kekasih
seluruh dinding menjadi pintu
terbuka bagi setiap perjalanan
dan musim tak lagi asing
1
sepanjang musim yang asing ini, kekasih
aku mencari cara memahami cuaca
namun cuaca, ia sepertimu, tak tertebak
aku terjebak di antara musim asing
di antara runcing angin dan terik matahari
2
telah lama kurindukan perjalanan, kekasih
menyusur kota-kota, menyusun kata-kata
namun jalan-jalan seolah menutup diri
tak ada celah untuk melangkah
3
hanya dalam kamar ini, kekasih
seluruh dinding menjadi pintu
terbuka bagi setiap perjalanan
dan musim tak lagi asing
2011
Oktober 03, 2011
cinta
lama sekali saya tak menulis di sini. padahal dulu, dulu sekali, ruang ini adalah rumah kedua bagi saya. rumah tempat segala keluh-kesah tumpah. saya jarang sekali bicara tentang hidup yang saya jalani terhadap banyak orang. mungkin hanya beberapa saja orang yang tahu bagaimana kehidupan saya yang sebenarnya. dan ruang inilah yang sebetulnya sangat memahami betul bagaimana kondisi perasaan dan mood saya.
banyak peristiwa saya lewati, dan tak ada satu pun yang luput saya tuliskan, meski tentu saja dengan bahasa yang kadang-kadang hanya dimengerti oleh saya sendiri. saya paling suka menulis di sini ketika selesai melakukan perjalanan panjang atau ketika emosi saya sedang tidak stabil. di sinilah saya menuliskan banyak hal: kemarahan, kesedihan, cinta, kebencian, dan hal-hal yang kadang-kadang tidak penting dituliskan.
saat ini, saya masih merasa rumah ini sebagai rumah kedua saya. namun nyatanya, saya selalu saja tak punya cukup waktu untuk membenahi serta menatanya. mungkin besok, jika anak semata wayang saya sudah mulai belajar mandiri, saya akan kembali menata ruang ini. sebab saya merindukan banyak hal yang biasa saya lakukan di sini.
untuk saat ini, saya hanya bisa menulis ini saja. saya mencintai ruang ini sama halnya seperti saya mencintai diri saya sendiri.
lama sekali saya tak menulis di sini. padahal dulu, dulu sekali, ruang ini adalah rumah kedua bagi saya. rumah tempat segala keluh-kesah tumpah. saya jarang sekali bicara tentang hidup yang saya jalani terhadap banyak orang. mungkin hanya beberapa saja orang yang tahu bagaimana kehidupan saya yang sebenarnya. dan ruang inilah yang sebetulnya sangat memahami betul bagaimana kondisi perasaan dan mood saya.
banyak peristiwa saya lewati, dan tak ada satu pun yang luput saya tuliskan, meski tentu saja dengan bahasa yang kadang-kadang hanya dimengerti oleh saya sendiri. saya paling suka menulis di sini ketika selesai melakukan perjalanan panjang atau ketika emosi saya sedang tidak stabil. di sinilah saya menuliskan banyak hal: kemarahan, kesedihan, cinta, kebencian, dan hal-hal yang kadang-kadang tidak penting dituliskan.
saat ini, saya masih merasa rumah ini sebagai rumah kedua saya. namun nyatanya, saya selalu saja tak punya cukup waktu untuk membenahi serta menatanya. mungkin besok, jika anak semata wayang saya sudah mulai belajar mandiri, saya akan kembali menata ruang ini. sebab saya merindukan banyak hal yang biasa saya lakukan di sini.
untuk saat ini, saya hanya bisa menulis ini saja. saya mencintai ruang ini sama halnya seperti saya mencintai diri saya sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...