Di Tubuhmu Aku Muarakan Segala Rindu
1
bertahuntahun aku mencari alamat bagi segenap luka dalam dada
hingga riuh musim mencampakkan aku pada sunyimu
kukenali kamar pengap itu sebagai hutan
tempat segala kisah mencari muasalnya
meski tak akan pernah ada mula
atau akhir yang genap
di kamar itu juga, lilin telah dinyalakan sejak senja datang
dan kita seperti bersiap memasuki hidup yang lebih asing
dari sekadar ziarah pada kubur leluhur
2
bukubuku berserakan seperti jiwa kita yang tercecer
dari peristiwa satu ke peristiwa lain pada banyak persimpangan
pada kurun waktu yang tak pernah terduga
saat itulah aku merasa menemukan pintu
tempat segala pulang diberangkatkan
tak ada peta, hanya lebar punggungmu yang setia
membawaku pada ruang kedap luka
3
di tubuhmu aku muarakan segala rindu
biar rasa tak sesat di sembarang tempat.
Bandung, 22 Oktober 2007
Oktober 22, 2007
Oktober 16, 2007
Oktober 13, 2007
lebaran ini aku ingin pulang ke dalam diri sendiri
lebaran ini aku hanya ingin pulang ke dalam diri sendiri
menengok ruangruang gelap dalam dada yang telah lama suwung
merapikan semua yang berantakan dan pecah berkepingkeping
di dalamnya
lebaran ini aku hanya ingin berkumpul dengan segenap penghuni jiwa
sekadar saling memaafkan segala khilaf juga salah yang sengaja
ataupun tidak. agar kelak, tak ada lagi prasangka atau curiga
karena satu lebih paham dari yang lain
sungguh, lebaran ini aku hanya ingin pulang ke dalam diri sendiri
membuang seluruh luka yang bersarang hampir di semua sudut
sudut batin. agar tak membusuk dimakan usia
ijinkan aku tak pulang lebaran ini
sebab di jantungku, ada pintu yang menunggu lama untuk diketuk
2006
tulisan ini dibuat setahun yang lalu, dan tahun ini, aku masih saja keras kepala; hanya ingin pulang ke dalam diri sendiri. maaf.
lebaran ini aku hanya ingin pulang ke dalam diri sendiri
menengok ruangruang gelap dalam dada yang telah lama suwung
merapikan semua yang berantakan dan pecah berkepingkeping
di dalamnya
lebaran ini aku hanya ingin berkumpul dengan segenap penghuni jiwa
sekadar saling memaafkan segala khilaf juga salah yang sengaja
ataupun tidak. agar kelak, tak ada lagi prasangka atau curiga
karena satu lebih paham dari yang lain
sungguh, lebaran ini aku hanya ingin pulang ke dalam diri sendiri
membuang seluruh luka yang bersarang hampir di semua sudut
sudut batin. agar tak membusuk dimakan usia
ijinkan aku tak pulang lebaran ini
sebab di jantungku, ada pintu yang menunggu lama untuk diketuk
2006
tulisan ini dibuat setahun yang lalu, dan tahun ini, aku masih saja keras kepala; hanya ingin pulang ke dalam diri sendiri. maaf.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...