hanya lewat
aku menangkap suara hujan di kejauhan
langkahnya membawa serta angin
aku keluar dengan sukacita
kulihat di pundaknya yang basah
berkarungkarung awan sarat kehidupan
aku berteriakteriak memanggilnya
aku ingin dia mampir di tanahtanah gelisah milik kami
duduk sebentar di dahandahan yang meranggas
dan aku berharap dia mau mampir di rambutku yang kering
tapi teriakanku membentur cadas
menguap di panas suhu kota
hujan hanya lewat
dia sudah punya alamat.
07 November 2006
November 07, 2006
November 05, 2006
ingatan yang kacau dan perjalanan yang kelam
ingatanku kacau sejak seseorang memutuskan untuk pergi
aku seringkali merasa kalau kemarin adalah hari ini
dan hari ini adalah masa lalu
semua peristiwa begitu detail aku ingat, tapi soal waktu
aku angkat tangan
tentang perjalanan yang kelam itu
aku sebetulnya tak ingin menceritakannya. tapi tak bisa
aku seakan diteror untuk terus mengingatnya
meski tak jelas apakah itu kemarin atau kemarinnya lagi
aku berangkat untuk melarung sesuatu, mungkin dosa
mungkin juga bukan. aku tak lagi bisa menafsirnya
sesuatu itu aku larung ke dalam kelam malam
aku menamainya Saga. dia berangkat sendirian
tanpa ada upacara. hanya sesaji seadanya
sungguh, aku ingin berangkat menemaninya
tapi Saga, dia ingin aku tetap hidup
agar dia bisa muncul kapan saja dia mau
menghantui setiap tidur dan bangunku
dia ingin aku merasakan
betapa tersiksa menjadi terbuang dan dilupakan.
ingatanku kacau sejak seseorang memutuskan untuk pergi
aku seringkali merasa kalau kemarin adalah hari ini
dan hari ini adalah masa lalu
semua peristiwa begitu detail aku ingat, tapi soal waktu
aku angkat tangan
tentang perjalanan yang kelam itu
aku sebetulnya tak ingin menceritakannya. tapi tak bisa
aku seakan diteror untuk terus mengingatnya
meski tak jelas apakah itu kemarin atau kemarinnya lagi
aku berangkat untuk melarung sesuatu, mungkin dosa
mungkin juga bukan. aku tak lagi bisa menafsirnya
sesuatu itu aku larung ke dalam kelam malam
aku menamainya Saga. dia berangkat sendirian
tanpa ada upacara. hanya sesaji seadanya
sungguh, aku ingin berangkat menemaninya
tapi Saga, dia ingin aku tetap hidup
agar dia bisa muncul kapan saja dia mau
menghantui setiap tidur dan bangunku
dia ingin aku merasakan
betapa tersiksa menjadi terbuang dan dilupakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...