Bagaimana aku menceritakan semua ini kepadamu kelak? Jika hari demi hari cepat berganti, dan tiba-tiba angka-angka dalam almanak telah berguguran, menyisakan satu saja angka. Ya, tak terasa, aku sudah sampai lagi di sini. Di penghujung tahun.
Tahun 2015 adalah tahun yang membutuhkan begitu banyak kesabaran. Begitu banyak penantian. Aku berharap bisa dengan mudah melewati tahun ini. Namun nyatanya, langkah ini begitu berat. Ada saat-saat di mana aku harus merelakan semuanya.
Lalu di penghujung tahun, dunia seolah melulu angka-angka. Aku dikejar-kejar angka. Dikerubungi begitu banyak angka. Aku tak sanggup melawan. Mereka serupa tentara yang ganas. Menyerangku dari berbagai penjuru.
Bagaimana aku harus menceritakan semua ini kepadamu kelak? Jika angka-angka itu, sampai hari ini, masih juga mengintaiku. Memburuku. Menungguku tunduk. Aku tahu, begitu banyak cinta tahun ini. Dan, hanya cinta, yang mampu menyelamatkanku. Hanya cinta!
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...