rumah baru
lama sekali tak menulis di sini. bukan karena saya tak menulis lagi. tidak. saya masih menulis. dan tentu saja akan masih terus menulis. hanya saya untuk bisa menulis di sini, rasanya kok butuh energi yang lebih banyak lagi. saya sudah tua. sudah waktunya tidak lagi menulis caci maki, sumpah serapah, racau igau, dan hal-hal yang sebetulnya hanyalah tumpahan kekesalan saya, atau bahkan bentuk kemarahan saya.
maka dari itu, saya sepertinya akan memutuskan untuk menulis sesuatu yang lebih bersahaja, lebih bermakna, dan agar kelak anak saya bisa membacanya tanpa mengerutkan kening dan berkata; oh, jadi ibu saya dulu seperti ini ya... hehehe...
untuk itu pula, saya punya rumah baru, meski sederhana, agar tidak menyatu dengan halaman-halaman hitam ini. bagi yang masih ingin membaca tulisan-tulisan saya, silahkan buka: karena menjadi ibu itu indah
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...