anjinglah dunia
nerakalah hidup
akan jadi surga
jalan yang tak redup
Januari 21, 2005
Januari 05, 2005
harusnya sejak awal aku menyadari, bahwa aku memang tak berdaya.
tak berdaya untuk sesuatu yang sesungguhnya aku tidak bisa melawan.
semacam cengkraman yang sulit terlepas. semacam ketakberdayaan
dan aku hanya bisa pasrah.
ini mengerikan.
aku tidak lagi sekuat dulu.
tidak lagi setegar yang kau bayangkan.
aku rapuh dan jatuh.
sekali lagi, ini mengerikan.
andai kau tahu, aku terlampau terluka.
tersayat-sayat dan hampir menjadi mayat.
bila membayangkanmu mampu membuatku tegar,
akan kuhabiskan setiap detikku untuk terus menghadirkanmu dalam ingatan.
tak berdaya untuk sesuatu yang sesungguhnya aku tidak bisa melawan.
semacam cengkraman yang sulit terlepas. semacam ketakberdayaan
dan aku hanya bisa pasrah.
ini mengerikan.
aku tidak lagi sekuat dulu.
tidak lagi setegar yang kau bayangkan.
aku rapuh dan jatuh.
sekali lagi, ini mengerikan.
andai kau tahu, aku terlampau terluka.
tersayat-sayat dan hampir menjadi mayat.
bila membayangkanmu mampu membuatku tegar,
akan kuhabiskan setiap detikku untuk terus menghadirkanmu dalam ingatan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...

-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan. pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa ada yang tertinggal. walau hanya sekadar c...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...