Januari 04, 2004

:dyah

jika esok kau tengok ke arah timur, bersoraklah untuk kemenangan yang terbantahkan. untuk kesedihan yang tak kunjung reda. sebab kita memang tak pernah benar-benar merdeka, pun juga setengah merdeka. tidak. tidak pernah.

kita hanya lahir sebagai tumbal kehidupan, menjadi permainan dari banyak permainan hidup. kita hanya jadi objek tanpa sempat menjadi subjek. kita lahir dengan harapan sedang mati dalam keputus asaan.

kita menamakan diri sebuah bangsa, sedang impian bersama tak pernah ada. tak pernah ada. yang lahir hanya impian orang per-orang, kepala per-kepala. kita tidak pernah punya negara apalagi bangsa.

kau benar untuk sebuah kalimat, bahwa kita tidak pernah merdeka. tidak pernah.

BumiAllah, 04 januari 2003

Desember 29, 2003

biarkan aku mati
dalam sepi sendiri
mencari arti sunyi
yang mengubur para sufi

Desember 27, 2003

hanya kau yang punya jawaban atas hidupmu. atas takdirmu. kaulah yang menentukan ke arah mana perahu akan berlayar. sedang aku masih tetap sebagai dermaga yang sia-sia dalam penantian. aku memang pernah disinggahi banyak perahu, tapi itu dulu. sekarang, setelah satu-satu perahu itu berlalu.. aku hanya dermaga tua yang siap lapuk dimakan waktu, dimakan usia.

aku sudah tak peduli lagi tentang semuanya, karena kini aku hanya mencari satu saja kunci dari hidup: HATI!
aku tak punya hati yang luas, sedang hidup ini butuh hati seluas samudera, selapang langit yang membentang biru. dan aku tak punya itu. maka duniaku terasa sempit dan gelap. melingkarlingkar dalam labirin. dalam ingatan tentang jarak, tentang waktu, tentang usia yang menua, tentang kematian yang menakutkan.

kini aku hanya bisa bersumerah, sekedar mempercayai bahwa doa adalah senjata paling ampuh yang manusia punya. dalam doaku, aku berharap semoga saja akan ada yang membawakan hati seluas lautan.. seluas cakrawala.. seluas mayapada.. ke dalam hidupku. hingga aku tak merasa takut lagi, ketika esok pagi terbangun.. disampingku hanya ada sebuah buku.

Desember 23, 2003

inilah hidup bung!
secepat kilat kita berubah. seperti putaran roda. kadang di atas, kadang di bawah. kecepatannya kadang melebihi kecepatan cahaya. anda perlu contoh bung?

begini, pernahkah anda merasa sedih? seakan-akan dunia hanya gelap. tanpa cahaya sedikitpun? kemana pun anda berpaling, yang terlihat hanya mendung yang menelikung. anda seakan ingin mati saja? pernahkah?
lantas beberapa detik setelah itu, anda bertemu seorang kawan dan anda menceritakan apa yang terjadi, lantas kawan anda tersenyum ramah dan menolong anda. secepat itu juga anda merasa seakan-akan dunia menjadi biru. penuh warna, terang. anda seakan-akan melayang di angkasa bersama ribuan burung. pernah kan?

anda mungkin lupa, tapi kelak semua itu bisa terjadi lagi. sebab dunia ini bulat, dan kita berputar di atasnya.

Desember 16, 2003

membaca peta di matamu

dimatamu kulihat peta kota tempat semuanya bermula
kau yang menggariskan rindu tepat di jantungku
menorehkan satu demi satu kalimat panjang tentang
masa depan. menjadi simbol tentang gerimis
yang meringis

aku ingin pulang saat menatap hitam matamu
aku ingin kembali ke masalalu ketika bola matamu
berkilat serupa api menjilatjilat sunyi di tubuh adam
aku ingin terbang, membawamu menuju kota tempat segala
mimpi lebur dalam karungkarung ingatan tentang airmata

kau telah menuliskan kalimat panjang tentang manusia
tentang rindu yang abu, tentang hidup yang redup
dan aku tak mungkin kembali tanpa kilat matamu
yang memaku

jogja, 08 desember 2003

Desember 14, 2003

aku kembali harus diseret pada sebuah kenyataan. dijerumuskan pada realitas, bahwa pada akhirnya semua pejalan harus pulang. ya, pada akhirnya!
setelah pengembaraan yang meletihkan menyuguhkan satusatu mimpi buruk di setiap tikungan, di setiap persimpangan.

Desember 12, 2003

tadi siang bapak ini nelpon saya dengan suara yang terdengar kaget dan ingin tahu yang besar. dia bilang kalo lukman a sya sudah almarhum. kontan saya pun terbawa kaget. lhaa.. sebelum lebaran saya sempat ketemu lukman, dan dia baik-baik saja.

akhirnya saya memutuskan untuk nyari kabar sendiri sama temen-temen di bandung, apa bener yang dia bilang itu bener atau hanya issue doang. dan sebuah sms saya terima dan membuat jantung terasa copot.

Zar, lukman telah pergi.. relakan dia.
berdoa saja, dan tolong kabari
teman2 yg lain. kamu masih
di jogja kan?

sender: rahmawinasa
+6281723848XX
sent: 12 des 2003
15:17:34

DZIGHHHHHHHHHHHHHHH!!!

Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus

Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...