Januari 27, 2008

Selamat Jalan, Jendral!

telah meninggal dunia, bapak kita tercinta,
bapak pembangunan Indonesia, H.M. Soeharto
pada pukul 13.10 WIB.

semoga tuhan membukakan pintu akhirat untuknya...
untuk segala perbuatannya di dunia.

semoga keadilan itu datang di negeri yang korup ini.

Januari 04, 2008

Memasuki Januari

matikan lampu dan kunci semua pintu
aku tak ingin terompet dan kembang api itu
menggugurkan angka pada almanak
menyeretku pada tahun yang sesat

2008

Desember 25, 2007

Natal di Ultimus

tak ada pohon cemara dengan lampu ruparupa warna
jalanan kosong seperti jiwaku yang melompong
sinterklas mungkin tak akan singgah di atap rumah
mungkin tak akan pernah ada kadokado dengan pita warna merah
di sini, malam natal hanya serupa tiupan, menyapa lembut
tapi toh lonceng gereja terdengar juga
seseorang, dalam bayangan itu, menyeretku memasuki misa

roh kudus, menapaklah di bumi!
agar kedamaian menjelma serupa hujan
biarkan aku basah di dalamnya.

lengkong besar, 25 desember 2007

Desember 13, 2007



lelaki,
aku mencarimu dengan mata nanar
sesekali, kalimatkalimatmu berloncatan
memenuhi ingatan: tempat segala luka bermuara

mungkin aku merindukan tempo dulu itu
saat ingatan berpusar di laut hatimu
gelombang pasang dalam dadaku
tak mampu menerjemahkan setiap getar

aku dermaga
menunggu kapalmu berlabuh lagi!

Desember 03, 2007

perempuan macam apakah saya?



pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan jaket hijau tahi kuda yang hanya saya lepas kalau jaket itu sedang dicuci saja. hampir dua tahun lebih saya memakai sandal jepit ke kampus. dan selama dua tahun itu tidak pernah terjadi hal-hal yang berat dan merepotkan mengenai sandal jepit saya itu.

tapi pagi ini menjadi lain. dosen psikologi saya yang sangat rapi dan mencoba menjadi elegan itu telah memperlihatkan ketidaksukaannya yang berlebihan terhadap saya yang memakai sandal jepit saat masuk ke ruang perkuliahan. padahal bukan hanya saya yang memakai sandal, ada beberapa kawan lain yang memakai sandal juga. hanya karena sandal saya hanyalah sandal jepit, maka sandal pun mempunyai kastanya sendiri. saya biarkan dosen itu mengomel terus tentang sandal jepit saya. saya mencoba tak peduli.

bahkan saya pura-pura tak mendengar saat dia mengatakan:
"kok perempuan macam begitu,"

memangnya saya perempuan macam apa, Bu Dosen?

November 24, 2007

I'M NOT THE ONLY ONE*

di pelataran depan tugu cipta, kita berdua saja, dua nasi dan pecel lele, segelas es teh, dan segelas teh hangat. kamu tak ingin teh yang dingin, sedang aku memilih es untuk sesuatu bernama jakarta. dua malam berturut-turut kamu menjumpaiku. sengaja meluangkan waktu sepulang kerja. kita melihat pertunjukan Dance theatre dari Constanza Macras | Dorky Park asal Berlin di graha bakti budaya. sengaja aku memisahkan diri dari rombongan, berdua denganmu di balkon. memilih duduk di kursi paling belakang. menikmati pertunjukan dengan sesekali tertawa. entah menertawakan apa.

"nasi dan pecel ini terasa lebih nikmat," katamu di sela-sela kita makan, "mungkin karena berdua jadi terasa lebih nikmat," ucapmu lagi.

dan sekarang, aku sudah kembali ke kotaku. mengingatmu sambil tersenyum sendiri. memaknai perjalanan yang serba tiba-tiba ini. dan aku baru teringat, aku harus cepat pulang saat kakiku berdenyut dan kembali terasa sakit akibat keseleo itu.

tca, suatu hari nanti, kita harus mendengarkan "hatiku selembar daun", di bawah pohon yang rindang.

*) Sebuah judul yang dimainkan oleh Constanza Macras | Dorkypark di Graha Bakti Budaya TIM, tanggal 22-23 November 2007.

Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus

Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...