aku bersyukur, semua orang sepertinya mulai bahagia sekarang
ada banyak pernikahan yang tak pernah bisa kudatangi
ada banyak perayaan kelulusan juga perayaan ulang tahun
semua kegembiraan itu tiba-tiba saja membuatku
merasa semakin sepi
aneh memang. di saat segala kebahagiaan berdatangan
di saat semua tertawa gembira, aku masih saja berdiri di sini
memandang semua orang dengan dada yang hampir pecah.
sepertinya aku tak sanggup lagi.
Mei 19, 2007
Mei 08, 2007
april yang basah baru saja berangkat
sedang mei dengan anginnya yang kerontang datang mengendap-ngendap
mengirimkan bulan warna tembaga
tapi aku tak menemukanmu di antara april atau mei
hanya sunyi yang kian sangsai
menelengkup dalam dada
jiwamu; laut yang tak juga berkabar tentang maut
dan aku tak harus percaya ada ombak atau gelombang
yang kelak akan mengantarkan kabar
lupakan hari esok
atau kita akan menjadi gila.
sedang mei dengan anginnya yang kerontang datang mengendap-ngendap
mengirimkan bulan warna tembaga
tapi aku tak menemukanmu di antara april atau mei
hanya sunyi yang kian sangsai
menelengkup dalam dada
jiwamu; laut yang tak juga berkabar tentang maut
dan aku tak harus percaya ada ombak atau gelombang
yang kelak akan mengantarkan kabar
lupakan hari esok
atau kita akan menjadi gila.
Mei 01, 2007
percaya
ini adalah hari buruh internasional.
banyak orang turun ke jalan. termasuk beberapa kawan.
di bandung sendiri massa terbagi menjadi dua.
satu di gasibu dan satunya lagi di saparua.
konon katanya perpecahan ini adalah bagian dari politik.
pertanyaan saya adalah:
adakah pergerakan yang benar-benar didasari hati nurani?
bukan atas nama kepentingan?
besok adalah hari pendidikan.
masih banyak pertanyaan dalam kepala saya.
dan mungkin juga anda.
kalau boleh saya jujur,
saya sudah tak percaya pada siapa pun.
kecuali pada hati dan diri saya sendiri.
ini adalah hari buruh internasional.
banyak orang turun ke jalan. termasuk beberapa kawan.
di bandung sendiri massa terbagi menjadi dua.
satu di gasibu dan satunya lagi di saparua.
konon katanya perpecahan ini adalah bagian dari politik.
pertanyaan saya adalah:
adakah pergerakan yang benar-benar didasari hati nurani?
bukan atas nama kepentingan?
besok adalah hari pendidikan.
masih banyak pertanyaan dalam kepala saya.
dan mungkin juga anda.
kalau boleh saya jujur,
saya sudah tak percaya pada siapa pun.
kecuali pada hati dan diri saya sendiri.
April 25, 2007
kini semua yang sedang saya susun kembali karena dulu sempat pecah berserakan, lagi-lagi berhamburan, hanya karena seseorang dari masa lalu menyelusup tiba-tiba dalam hari-hari saya.
sudah saya katakan berulangkali, saya tak lagi punya harapan terhadap apapun. bahkan bagi diri saya di kemudian hari. apa yang saya susun sekarang, hanya sekadar agar saya bisa bertahan hari ini. cukup. tapi kenapa selalu saja ada orang usil yang mengingatkan saya terhadap masa depan? kenapa?
kenapa tak dia katakan dengan jujur, bahwa saya hanya seorang pecundang. tentu hal itu lebih baik daripada dia seakan-akan peduli tentang masa depan saya? bukankah dulu juga dia yang berhasil memporak-porandakan hidup saya?
sudah saya katakan berulangkali, saya tak lagi punya harapan terhadap apapun. bahkan bagi diri saya di kemudian hari. apa yang saya susun sekarang, hanya sekadar agar saya bisa bertahan hari ini. cukup. tapi kenapa selalu saja ada orang usil yang mengingatkan saya terhadap masa depan? kenapa?
kenapa tak dia katakan dengan jujur, bahwa saya hanya seorang pecundang. tentu hal itu lebih baik daripada dia seakan-akan peduli tentang masa depan saya? bukankah dulu juga dia yang berhasil memporak-porandakan hidup saya?
April 07, 2007
Kado Ulang Tahun
:mandala
masa kanakkanak kita telah lenyap sekarang
tak ada lagi pohon cemara juga lapangan sepak bola
hanya etalase yang berderet dan sebuah gedung bioskop
dengan layar paling besar
kita makin tumbuh dewasa sekarang
kamu sudah punya motor besar, bukan lagi motor khayalan
melihatmu melesat di riuh jalanan
aku ingat saat kita menyusuri jalan sepulang sekolah
dan aku terjerembab di sebuah selokan
kamu berlari, mencari bantuan
membawakanku hangat peluk ibu
kamu kena marah dan aku menangis kesakitan
berapa usiamu sekarang?
dua puluh sembilan bukan?
tapi kenapa aku merasa baru saja kemarin
kamu mengantarku sekolah dengan seragam putih merah.
08 April 2007
:mandala
masa kanakkanak kita telah lenyap sekarang
tak ada lagi pohon cemara juga lapangan sepak bola
hanya etalase yang berderet dan sebuah gedung bioskop
dengan layar paling besar
kita makin tumbuh dewasa sekarang
kamu sudah punya motor besar, bukan lagi motor khayalan
melihatmu melesat di riuh jalanan
aku ingat saat kita menyusuri jalan sepulang sekolah
dan aku terjerembab di sebuah selokan
kamu berlari, mencari bantuan
membawakanku hangat peluk ibu
kamu kena marah dan aku menangis kesakitan
berapa usiamu sekarang?
dua puluh sembilan bukan?
tapi kenapa aku merasa baru saja kemarin
kamu mengantarku sekolah dengan seragam putih merah.
08 April 2007
Maret 28, 2007
Arfah dan Gerak Radik
terkadang keterasingan menyeret seseorang pada rasa letih yang kurang ajar. tak terbantahkan memang, kerapkali saya juga mengalami kondisi seperti ini. kalau sudah begini, saya akan cepat-cepat mengemas ransel, meninggalkan kamar, dan berangkat menuju entah. mencari cara untuk menghabiskan rasa bosan sampai akhirnya menemukan kembali jalan pulang. terkadang saya malah menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak jelas. di luar jadwal biasanya, berhari-hari sampai berminggu-minggu, sampai ada sebuah alasan yang mewajibkan saya harus kembali pada rutinitas.
dan beberapa hari yang lalu, menjelang ulang tahunnya, seorang adik saya juga mengalami hal yang sama. dia merasa sudah tidak lagi nyaman menjalani hidupnya yang sekarang. padahal usianya sebentar lagi genap. mungkin adik saya itu butuh perjalanan, tapi mungkin juga malah butuh sesuatu yang lain. perempuan misalnya ;)
sejauh ini, saya belum pernah melihatnya punya pacar. tapi selain itu, ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang lain. dan saya hanya bisa menduga-duga sambil mengucapkan selamat ulang tahun yang paling sederhana kepadanya.
bukan begitu, Dik Arfah?
satu lagi, dulu saya pernah menulis di blog ini. bertepatan dengan gempa di Jogja pada tanggal 27 mei 2006, ada dua orang sahabat saya yang resmi menjadi suami istri. saya memang tak sempat datang ke pernikahannya. dan tadi malam, tepat pada pukul 00.01 WIB, sahabat saya itu sudah melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Gerak Radik Mikala.
saya bahagia, meski terkadang ingatan saya tak bisa dicegah untuk masuk pada sebuah peristiwa di sebuah malam paling mengerikan. tapi tak usah khawatir. saya bahagia. Sangat!
terkadang keterasingan menyeret seseorang pada rasa letih yang kurang ajar. tak terbantahkan memang, kerapkali saya juga mengalami kondisi seperti ini. kalau sudah begini, saya akan cepat-cepat mengemas ransel, meninggalkan kamar, dan berangkat menuju entah. mencari cara untuk menghabiskan rasa bosan sampai akhirnya menemukan kembali jalan pulang. terkadang saya malah menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak jelas. di luar jadwal biasanya, berhari-hari sampai berminggu-minggu, sampai ada sebuah alasan yang mewajibkan saya harus kembali pada rutinitas.
dan beberapa hari yang lalu, menjelang ulang tahunnya, seorang adik saya juga mengalami hal yang sama. dia merasa sudah tidak lagi nyaman menjalani hidupnya yang sekarang. padahal usianya sebentar lagi genap. mungkin adik saya itu butuh perjalanan, tapi mungkin juga malah butuh sesuatu yang lain. perempuan misalnya ;)
sejauh ini, saya belum pernah melihatnya punya pacar. tapi selain itu, ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang lain. dan saya hanya bisa menduga-duga sambil mengucapkan selamat ulang tahun yang paling sederhana kepadanya.
bukan begitu, Dik Arfah?
satu lagi, dulu saya pernah menulis di blog ini. bertepatan dengan gempa di Jogja pada tanggal 27 mei 2006, ada dua orang sahabat saya yang resmi menjadi suami istri. saya memang tak sempat datang ke pernikahannya. dan tadi malam, tepat pada pukul 00.01 WIB, sahabat saya itu sudah melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Gerak Radik Mikala.
saya bahagia, meski terkadang ingatan saya tak bisa dicegah untuk masuk pada sebuah peristiwa di sebuah malam paling mengerikan. tapi tak usah khawatir. saya bahagia. Sangat!
Maret 15, 2007
suratmu tak pernah sampai, bahkan pada sebuah malam
: dewi.penyair
kamu mengirimiku sebuah pesan lewat merpati pos. tapi belum juga sampai hingga sekarang. mungkin sesuatu menjebaknya di udara. cuaca memang terlalu buruk akhir-akhir ini. kita tak pernah bisa menebak, apakah hari akan cerah atau kapan hujan akan datang. semuanya serba tiba-tiba. serupa bencana.
aku di sini. di tempat biasa. seperti kemarin juga. bangun menjelang siang. menyeduh kopi. membakar rokok. dan membaca koran. terkadang koran baru. tapi lebih sering koran lama yang sudah beberapa kali kubuka halamannya. jika kamu sulit menemukanku. mungkin karena sesuatu sedang menghalangi pandanganmu. tak perlu khawatir. aku ada seperti biasa.
kalaupun aku harus percaya ada sisi gelap, maka aku harus percaya ada juga sisi terang. tapi bagiku, seluruhnya melulu gelap. kau tak perlu ragu. aku ada jika kamu merasa perlu. aku tak berhak melarang seseorang menggali sesuatu dari jiwaku. aku hanya takut kamu akan lebih banyak kecewa. karena sisi gelap itu hampir selalu ada mengungkungku.
untukmu, kirimi aku sekali lagi merpati posmu. agar kalimatmu sampai di jendela kamarku.
: dewi.penyair
kamu mengirimiku sebuah pesan lewat merpati pos. tapi belum juga sampai hingga sekarang. mungkin sesuatu menjebaknya di udara. cuaca memang terlalu buruk akhir-akhir ini. kita tak pernah bisa menebak, apakah hari akan cerah atau kapan hujan akan datang. semuanya serba tiba-tiba. serupa bencana.
aku di sini. di tempat biasa. seperti kemarin juga. bangun menjelang siang. menyeduh kopi. membakar rokok. dan membaca koran. terkadang koran baru. tapi lebih sering koran lama yang sudah beberapa kali kubuka halamannya. jika kamu sulit menemukanku. mungkin karena sesuatu sedang menghalangi pandanganmu. tak perlu khawatir. aku ada seperti biasa.
kalaupun aku harus percaya ada sisi gelap, maka aku harus percaya ada juga sisi terang. tapi bagiku, seluruhnya melulu gelap. kau tak perlu ragu. aku ada jika kamu merasa perlu. aku tak berhak melarang seseorang menggali sesuatu dari jiwaku. aku hanya takut kamu akan lebih banyak kecewa. karena sisi gelap itu hampir selalu ada mengungkungku.
untukmu, kirimi aku sekali lagi merpati posmu. agar kalimatmu sampai di jendela kamarku.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...
-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...