di dalam kamar
:Hafidhin Royan
kita berjabat dalam sunyi paling hening
kau bicara padaku tentang jalan panjang dan kesabaran
tentang airmata yang takkan selesai ditumpahkan
tentang darah yang tetap akan mengalir
menjadi sungai
menuju lautlaut harapan
kau bicara padaku lewat merapi
tentang dada yang siap meledak kapan saja
tentang murka yang disimpan rapi dalam hati
para penduka yang terluka
di sini kamarmu kini
kau bahkan tak berniat membuat pintu atau jendela
kau biarkan kami datang dengan memikul luka yang sama
duka tanpa akhir dari sejarah bangsa kita
di sini kamarmu kini
dan aku takkan membiarkanmu sendirian.
Padasuka, 15 Mei 2006.
2 komentar:
pakabar non?
*komen yang merusak posting* hihihi
wew...
kabar baik, bung.
bagaimana jogja? aman kan?
wedus gembel sampe sana gak?
Posting Komentar