Oktober 04, 2005

ini ramadhan ketiga

ramadhan ketiga di rumah ini
setiap ramadhan senantiasa memberi nuansa yang berbeda
dua tahun lalu, ramadhanku masih berbau kampus dan bau kota tua
ramadhan kemarin, aku hinggap pada sesuatu bernama toko buku
ramadhan sekarang? adakah nuansa baru akan datang?

ya, akhirnya...
kunikmati juga kesyahduannya.
selamat datang, ramadhan...
aku rindu menyetubuhimu...

BumiAllah, 04 Oktober 2005

seperti biasa, selama satu bulan ke depan, halaman ini akan berpindah ke: Ruang Rindu

September 26, 2005

tuhan,
ruang ini begitu sunyi
dan aku semakin sepi di sini.
dia mungkin sudah lupa.
bahkan Kau?

September 03, 2005

Surat Terbuka untuk Kekasih

Kekasihku...
Duka dan kebahagiaan berkabar layaknya dua sisi mata uang. Begitu cepat berbalik, begitu cepat berubah. Dan aku, berada di antara keduanya. Nasib juga hidup menyeretku pada peristiwa demi peristiwa. Sesuatu yang kelak dinamakan sejarah. Tapi layakkah manusia macam aku menulis sejarahnya sendiri? Saat dunia hanya bisa tertawa atas apa yang aku lakukan? Aku ditertawakan. Dihina dan disingkirkan. Terasing dan Sepi.

Maaf, jika kalimatku ini terlalu emosional untuk dibaca sebagai sebuah surat cinta. Tapi beginilah aku sekarang. Layaknya seekor rusa yang tertembak pemburu, aku terkapar tak berdaya. Hanya bisa meracau dan berteriak-teriak marah, tanpa bisa melawan apa-apa.

Kekasihku,
Aku letih untuk sesuatu bernama perjalanan.

Salam,
Kekasihmu.

Agustus 20, 2005

Image hosted by Photobucket.com
ada yang kenal dengannya?

tentu saja gambar di atas ini bukan gambar pasangan yang tertangkap basah saat mereka berduaan, walau mungkin ada terkesan ke sana. tapi sebentar, saya tidak akan berbicara tentang gambar. tapi tentang dia. ya, dia!

coba perhatikan dengan seksama, lelaki yang bertopi dan berjaket jeans itu. ada yang mengenal lelaki itu? bukan. dia bukan buronan, apalagi penjahat kelamin. hahaha.. dia kawan saya. lelaki yang jauh-jauh datang dari Bali ke Bandung hanya karena ingin nongkrong di Dago sambil menikmati kembang-kembang Bandung dengan berbagai warna dan baunya menghiasi jalanan walau jam di tangan kami sudah menunjukkan pukul tiga pagi.

gambar itu diambil dua bulan lalu, saat dia mampir ke Bandung sepulang dari Jakarta. saat ini, dia kembali ke Bandung lagi. dan saya lagi-lagi menjadi tuan rumah yang buruk.

jengki, maafkan.
beginilah kami, manusia-manusia pas-pas-an yang hidup di bawah garis kelayakan.

Agustus 12, 2005

pejalankah aku, jika tak ada tapak yang dijejakkan?
ruang dan waktu yang bergerak melindas batin dan otakku,
sementara di sini,
aku tergagap membaca peristiwa yang terjadi.
bantu aku untuk berjalan seperti yang kau kira...
sent: 10.08.2005
20:01

begitulah sebuah sms telah masuk ke dalam inbox hpku.
isinya membuatku terdiam lama. membiarkan seluruh ingatan melesat pada sesuatu yang disebut sebagai masa lalu. begitulah kata-kata. terkadang mereka mampu menenggelamkan kita pada lautan paling dalam dari sebuah rasa.

untuk kamu:
kamu memang pejalan adanya. bergeraklah kemana pun rute dan arah membawamu. dan aku akan tetap memandangmu sebagai pejalan, apa pun yang terjadi.

Agustus 05, 2005

Image hosted by Photobucket.com

jejak kita akan tercatat dalam sejarah perjalanan.
pada setiap persimpangan jalan akan senantiasa
ada yang tertinggal. walau hanya sekadar cerita tua.

Juli 31, 2005

sebentar lagi, kekasih!

sebentar lagi, kekasih!
raga ini hanya tinggal rangka,
menyisakan luka tanpa rasa

apa arti hidup yang sesungguhnya?
ketika hari-hari menjadi bom waktu, yang siap meledak kapan saja.
dan kita tak pernah bisa merasakan, sampai dimana bahagia itu ada.
mungkin hidup, tidak menjadi atau dijadikan

iya, tanggal 20 agustus itu sebentar lagi ternyata.
sedang saya masih seperti ini juga.
bersiap-siap melangkah ke tiang gantungan.
dan saat itu, semua orang akan tertawa
atas sebuah kematian konyol dan sia-sia.

anjing!

bunuh saya sekarang juga, tuhan!
hari esok terlalu berat bagi saya.

sebentar lagi, kekasih!
akan aku buktikan,
neraka itu memang panas adanya.

Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus

Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...