tahun 2012 adalah tahun yang penuh dengan jeda. hampir satu tahun itu, saya alpa menulis di blog. pada bulan mei, saya berpikir, mungkin saya butuh rumah yang baru, agar keinginan menulis di blog muncul kembali, seperti dulu. dulu sekali.
namun sia-sia saja. rumah baru saya pun tidak terurus. apalagi rumah yang lama. keduanya saya biarkan tak berpenghuni. kedua rumah itu nampak kesepian. menggigil pada malam-malam paling sunyi. padahal dulu, saya paling suka menulis di malam hari. membiarkan kata-kata bercumbu dengan kegelapan.
memasuki 2013, tahun dengan angka sial di ujungnya. saya kembali mencoba untuk membuka lagi pintu rumah saya. berharap kesialan tidak singgah pada rumah ini. padahal kesialan bagi sebuah blog adalah tak pernah dijamah pemiliknya. ya, saya berharap, tahun ini kata-kata akan senantiasa ada, mengisi seluruh ruang dalam rumah ini. agar malam, agar sunyi, tetap menjadi sahabat paling dekat, paling likat.
Bismillah...
saya menulis lagi di sini. mari, mendekatlah...
Januari 05, 2013
Mei 29, 2012
rumah baru
lama sekali tak menulis di sini. bukan karena saya tak menulis lagi. tidak. saya masih menulis. dan tentu saja akan masih terus menulis. hanya saya untuk bisa menulis di sini, rasanya kok butuh energi yang lebih banyak lagi. saya sudah tua. sudah waktunya tidak lagi menulis caci maki, sumpah serapah, racau igau, dan hal-hal yang sebetulnya hanyalah tumpahan kekesalan saya, atau bahkan bentuk kemarahan saya. maka dari itu, saya sepertinya akan memutuskan untuk menulis sesuatu yang lebih bersahaja, lebih bermakna, dan agar kelak anak saya bisa membacanya tanpa mengerutkan kening dan berkata; oh, jadi ibu saya dulu seperti ini ya... hehehe... untuk itu pula, saya punya rumah baru, meski sederhana, agar tidak menyatu dengan halaman-halaman hitam ini. bagi yang masih ingin membaca tulisan-tulisan saya, silahkan buka: karena menjadi ibu itu indah
lama sekali tak menulis di sini. bukan karena saya tak menulis lagi. tidak. saya masih menulis. dan tentu saja akan masih terus menulis. hanya saya untuk bisa menulis di sini, rasanya kok butuh energi yang lebih banyak lagi. saya sudah tua. sudah waktunya tidak lagi menulis caci maki, sumpah serapah, racau igau, dan hal-hal yang sebetulnya hanyalah tumpahan kekesalan saya, atau bahkan bentuk kemarahan saya. maka dari itu, saya sepertinya akan memutuskan untuk menulis sesuatu yang lebih bersahaja, lebih bermakna, dan agar kelak anak saya bisa membacanya tanpa mengerutkan kening dan berkata; oh, jadi ibu saya dulu seperti ini ya... hehehe... untuk itu pula, saya punya rumah baru, meski sederhana, agar tidak menyatu dengan halaman-halaman hitam ini. bagi yang masih ingin membaca tulisan-tulisan saya, silahkan buka: karena menjadi ibu itu indah
Oktober 14, 2011
Oktober 11, 2011
perjalanan memahami musim
1
sepanjang musim yang asing ini, kekasih
aku mencari cara memahami cuaca
namun cuaca, ia sepertimu, tak tertebak
aku terjebak di antara musim asing
di antara runcing angin dan terik matahari
2
telah lama kurindukan perjalanan, kekasih
menyusur kota-kota, menyusun kata-kata
namun jalan-jalan seolah menutup diri
tak ada celah untuk melangkah
3
hanya dalam kamar ini, kekasih
seluruh dinding menjadi pintu
terbuka bagi setiap perjalanan
dan musim tak lagi asing
1
sepanjang musim yang asing ini, kekasih
aku mencari cara memahami cuaca
namun cuaca, ia sepertimu, tak tertebak
aku terjebak di antara musim asing
di antara runcing angin dan terik matahari
2
telah lama kurindukan perjalanan, kekasih
menyusur kota-kota, menyusun kata-kata
namun jalan-jalan seolah menutup diri
tak ada celah untuk melangkah
3
hanya dalam kamar ini, kekasih
seluruh dinding menjadi pintu
terbuka bagi setiap perjalanan
dan musim tak lagi asing
2011
Oktober 03, 2011
cinta
lama sekali saya tak menulis di sini. padahal dulu, dulu sekali, ruang ini adalah rumah kedua bagi saya. rumah tempat segala keluh-kesah tumpah. saya jarang sekali bicara tentang hidup yang saya jalani terhadap banyak orang. mungkin hanya beberapa saja orang yang tahu bagaimana kehidupan saya yang sebenarnya. dan ruang inilah yang sebetulnya sangat memahami betul bagaimana kondisi perasaan dan mood saya.
banyak peristiwa saya lewati, dan tak ada satu pun yang luput saya tuliskan, meski tentu saja dengan bahasa yang kadang-kadang hanya dimengerti oleh saya sendiri. saya paling suka menulis di sini ketika selesai melakukan perjalanan panjang atau ketika emosi saya sedang tidak stabil. di sinilah saya menuliskan banyak hal: kemarahan, kesedihan, cinta, kebencian, dan hal-hal yang kadang-kadang tidak penting dituliskan.
saat ini, saya masih merasa rumah ini sebagai rumah kedua saya. namun nyatanya, saya selalu saja tak punya cukup waktu untuk membenahi serta menatanya. mungkin besok, jika anak semata wayang saya sudah mulai belajar mandiri, saya akan kembali menata ruang ini. sebab saya merindukan banyak hal yang biasa saya lakukan di sini.
untuk saat ini, saya hanya bisa menulis ini saja. saya mencintai ruang ini sama halnya seperti saya mencintai diri saya sendiri.
lama sekali saya tak menulis di sini. padahal dulu, dulu sekali, ruang ini adalah rumah kedua bagi saya. rumah tempat segala keluh-kesah tumpah. saya jarang sekali bicara tentang hidup yang saya jalani terhadap banyak orang. mungkin hanya beberapa saja orang yang tahu bagaimana kehidupan saya yang sebenarnya. dan ruang inilah yang sebetulnya sangat memahami betul bagaimana kondisi perasaan dan mood saya.
banyak peristiwa saya lewati, dan tak ada satu pun yang luput saya tuliskan, meski tentu saja dengan bahasa yang kadang-kadang hanya dimengerti oleh saya sendiri. saya paling suka menulis di sini ketika selesai melakukan perjalanan panjang atau ketika emosi saya sedang tidak stabil. di sinilah saya menuliskan banyak hal: kemarahan, kesedihan, cinta, kebencian, dan hal-hal yang kadang-kadang tidak penting dituliskan.
saat ini, saya masih merasa rumah ini sebagai rumah kedua saya. namun nyatanya, saya selalu saja tak punya cukup waktu untuk membenahi serta menatanya. mungkin besok, jika anak semata wayang saya sudah mulai belajar mandiri, saya akan kembali menata ruang ini. sebab saya merindukan banyak hal yang biasa saya lakukan di sini.
untuk saat ini, saya hanya bisa menulis ini saja. saya mencintai ruang ini sama halnya seperti saya mencintai diri saya sendiri.
Juni 26, 2011
menemuimu, juni
aku menemuimu kembali, juni. kalimat-kalimat panjang telah kusiapkan untuk pertemuan kita yang singkat. tapi nyatanya aku masih juga seperti dulu. tak pandai mengucapkan kata-kata, hingga yang sampai padamu hanyalah helaan nafas yang tertahan.
aku merindukanmu, juni. seperti kurindukan juga deras air terjun di ketinggian itu, atau debur ombak pada karang di sebuah pantai. aku merindukanmu dengan atau tanpa kata-kata.
aku menemuimu kembali, juni. kalimat-kalimat panjang telah kusiapkan untuk pertemuan kita yang singkat. tapi nyatanya aku masih juga seperti dulu. tak pandai mengucapkan kata-kata, hingga yang sampai padamu hanyalah helaan nafas yang tertahan.
aku merindukanmu, juni. seperti kurindukan juga deras air terjun di ketinggian itu, atau debur ombak pada karang di sebuah pantai. aku merindukanmu dengan atau tanpa kata-kata.
Januari 23, 2011
hanya untukmu
mari, dekap ibumu, nak...
tak perlu ragu, sebab hanya dalam pelukanku, kamu akan selalu nyaman. menangislah yang kencang, dengan begitu kamu bisa berteriak lantang. tersenyumlah pada semua orang, sebab mereka akan memberimu energi yang positif jika kamu tersenyum, tapi tidak jika sebaliknya. tertawalah, sebab kebahagiaan ada di mana saja, selagi kamu bisa menjaganya.
mari, peluk ibumu, nak...
sebab cinta ini hanya untukmu...
mari, dekap ibumu, nak...
tak perlu ragu, sebab hanya dalam pelukanku, kamu akan selalu nyaman. menangislah yang kencang, dengan begitu kamu bisa berteriak lantang. tersenyumlah pada semua orang, sebab mereka akan memberimu energi yang positif jika kamu tersenyum, tapi tidak jika sebaliknya. tertawalah, sebab kebahagiaan ada di mana saja, selagi kamu bisa menjaganya.
mari, peluk ibumu, nak...
sebab cinta ini hanya untukmu...
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...
-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...