catatan 2
aku berkaca pada banyak peristiwa
di sepanjang trotoar itu kamu bergerak lincah
mencari tempat paling dekat dari langkahku
lalu kita serupa tubuh dan bayangan
tak terpisahkan
aku berkaca pada banyak peristiwa
pada matamu yang cermin.
November 02, 2009
November 01, 2009
catatan 1
catatan ini kutulis untukmu
ketika seluruh bahasa tak bisa bicara
aku mencatat segala gelagat, segala isyarat
november telah datang dengan kerudung warna senja
lalu kita akan menyambutnya dengan tangan terbuka
membiarkan november masuk dengan senyumnya yang hangat
seluruhnya akan kucatat di sini
sebelum hari itu tiba
sebelum kau dan aku jadi kita...
catatan ini kutulis untukmu
ketika seluruh bahasa tak bisa bicara
aku mencatat segala gelagat, segala isyarat
november telah datang dengan kerudung warna senja
lalu kita akan menyambutnya dengan tangan terbuka
membiarkan november masuk dengan senyumnya yang hangat
seluruhnya akan kucatat di sini
sebelum hari itu tiba
sebelum kau dan aku jadi kita...
Oktober 31, 2009
memasuki november
selamat tinggal oktober gelisah
akan datang november yang basah
gerimis telah mengirim pesannya pada bumi
serupa ciuman, serupa pelukan
lalu gersang padang itu akan hijau kembali
sehijau sunyi di sebuah subuh yang luluh
di padang hijau itulah kelak kita akan melangkah
menyusur jalan setapak, di antara bebatuan dan telaga
rerumputan yang terinjak itu akan menawari kita hakikat
tentang rasa sakit dan ketabahan
memasuki november adalah memasuki rimba yang lain
di dalamnya kita akan menemukan sakit dan bahagia
menyatu dalam senyuman.
selamat tinggal oktober gelisah
akan datang november yang basah
gerimis telah mengirim pesannya pada bumi
serupa ciuman, serupa pelukan
lalu gersang padang itu akan hijau kembali
sehijau sunyi di sebuah subuh yang luluh
di padang hijau itulah kelak kita akan melangkah
menyusur jalan setapak, di antara bebatuan dan telaga
rerumputan yang terinjak itu akan menawari kita hakikat
tentang rasa sakit dan ketabahan
memasuki november adalah memasuki rimba yang lain
di dalamnya kita akan menemukan sakit dan bahagia
menyatu dalam senyuman.
Oktober 25, 2009
September 24, 2009
Agustus 22, 2009
Agustus 18, 2009
kepada agustus
apa yang harus kukabarkan kepadamu, agustus?
jika warna hanya melulu merah di atas putih
jika hidup tak punya pilihan selain kematian
jika aku pada akhirnya akan menujumu
apa yang harus kukabarkan kepadamu, agustus?
ketika udara tidak lagi memberi nafas
dan aku terhimpit di antara batu besar kehidupan
apa yang harus kukabarkan kepadamu, agustus?
jika warna hanya melulu merah di atas putih
jika hidup tak punya pilihan selain kematian
jika aku pada akhirnya akan menujumu
apa yang harus kukabarkan kepadamu, agustus?
ketika udara tidak lagi memberi nafas
dan aku terhimpit di antara batu besar kehidupan
Langganan:
Postingan (Atom)
Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...
-
Cikurai Suatu Ketika 04-06 Juli 2008 Di antara kami belum pernah ada yang sebelumnya ke Cikurai. Gunung yang terletak di kota Garut ini nyat...
-
Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...
-
perempuan macam apakah saya? pagi tadi, seperti biasa, saya berangkat ke kampus dengan memakai sandal jepit hitam, celana jeans hitam, dan j...