Juli 23, 2004

mimpi

kalau aku tidak salah menghitung, hampir sekeluarnya aku dari smp, aku sudah tidak pernah lagi bermimpi. kalau pun bermimpi, itu mimpi yang kadang tidak jelas. sekilas, lantas keburu terbangun atau dibangunkan. dan itu sangat jarang sekali. tapi sekarang, dari semenjak awal bulan juli, tak ada sehari pun aku tidur dengan tidak bermimpi. setiap malam dengan mimpi yang berbeda, yang terkadang aku malah lupa detail mimpinya, saking seringnya mimpi itu meloncat-loncat dari satu kejadian ke kejadian yang lain. yang aku ingat potongan-potongannya, terutama yang aneh dan agak menyeramkan. pokoknya mimpinya membingungkan.

kejadian ini membuat aku sangat lelah. terbangun dari tidur bukannya malah segar, tapi membuat tubuh rasanya semakin lemah. kenapa ya???

Juli 19, 2004

merokok

jika merokok mampu membunuh seorang manusia sekaligus, mungkin saat ini, sudah kuhabiskan berbatang-batang rokok.

Juli 15, 2004

biarkan letih menari

biarkan letih ini menari
mengisi setiap ruang kosong dalam diri
meski sekadar menjejak selangkah lantas kembali berlari

terlalu hiruk jiwa kita memandang dunia
hingga malam menjadi terang
sedang siang semakin benderang
lantas kita lupa membaca peta pertama
hingga tersuruk dalam dunia purnama penuh fatamorgana

biarkan letih menari dalam diri
agar gelap bersedia singgah di dua bola mata kita.
kita akan kembali terjaga, saat fajar tiba
bukankah sudah lama tak kau lihat matahari terbit
dalam biru hatimu???

bandung, 11 juli 2004

Juli 11, 2004

duniaku gelap, tuhan!

aku tahu, ada banyak alasan seseorang untuk terluka. begitu pun bahagia. tapi malam ini, bertemu denganmu rasanya tidak menjadi alasan untuk aku merasa bahagia. meski rindu itu telah membuat sesak ruang-ruang sempit dalam dada, tapi kehadiranmu belum cukup mencairkan rindu itu hingga menguap menjadi tawa.

duniaku mungkin terlalu gelap, hingga aku ingkar atas nikmat tuhan malam ini. sampai membuat engkau pulang, -mungkin- dengan seribu tanda tanya. jujur saja, kadang aku ingin merasakan merengek (atau bahkan menangis?) di dadamu, menumpahkan seluruh bencana ini dalam hangat pelukmu. tapi aku bisa apa? mungkin meluangkan empat jam saja untukku terlalu berlebihan bagimu.

aku menyadari sesadar-sadarnya, bahwa aku bukan hal terpenting dalam hidupmu. bahkan aku juga bukan hal paling sepele dalam hidupmu. aku hanya bagian terkecil dari hidupmu yang bisa kau usik kapan saja kau mau. sebab aku hanya berupa borok. dan jika kau mau, kau bisa membiarkan aku selama yang kau mau, jika tidak, kau cukup memberi sedikit obat di kulitmu yang infeksi. kau tahu apa artinya itu? kau pun mampu melenyapkan aku dalam hitungan detik tanpa rasa sakit.

aku memahami jika langkahmu sekarang masih teramat panjang. sedang aku adalah mimpimu di jalan paling ujung itu. dan aku, hanya layak untuk menunggu. menunggu kau datang padaku di ujung jalan nanti, pada akhir perjalananmu. jika kau memutuskan berbelok ke kiri, sehingga kita pada akhirnya benar-benar tidak akan bertemu. maka aku hanya akan menjadi perempuan dungu dengan seluruh romantismenya yang paling absurd. dan semua orang berhak mencemooh aku atas kebodohan ini.

aku tahu, menyadari dan memahami bahwa kau adalah pengecut. tapi aku lebih tahu, lebih menyadari, dan lebih memahami bahwa aku telah benar-benar jatuh cinta pada kepengecutanmu, lelakiku!

Juli 09, 2004

no communicator no cry

sudah seminggu ini tak lagi terdengar dering itu.
hampir seminggu penuh aku merasa menjadi manusia paling bebas. melebihi tarzan. tak ada lagi yang tiba-tiba marah karena sebuah kesalahan tanpa disengaja, tak ada lagi ajakan nonton teater tiba-tiba, tak ada lagi teguran-teguran tiba-tiba. semuanya mengalir seperti sungai. ketiduran sampe pagi tak ada yang mengganggu, pulang sampe larut tak ada yang manggil nyuruh pulang. pokoknya bebas.

tapi tentu saja, bukan berarti dengan begitu tidak ada pertemuan yang tiba-tiba. sebab dalam pertemuan, ada tangan tuhan yang turut campur. seperti kemarin, dua hari yang lalu. tiba-tiba kami berjalan ke arah lembang. kaki-kaki ini melangkah seringan kapas. entah kenapa, tak ada keinginan untuk mencari arah yang lain. dan akhirnya, kami berjalan dari lembang sampai ciumbuleuit. lantas pulang dengan sedikit ucapan perpisahan.

kami memang adik-kakak yang terlahir dari ras, suku dan budaya yang berbeda. tapi bukankah alam mampu menyatukan setiap jiwa? maka menjelmalah perjalanan itu menjadi sebuah kontemplasi terhadap diri. memahami lebih banyak sifat dan karakter manusia.

dik, lain kali kita berjalan lebih jauh ya?
mau kan?

Juli 04, 2004

hanya malam ini saja

izinkan saya menangis
atas apa yang terjadi hari ini
hanya kali ini saja
tidak besok
tidak juga lusa
meski luka yang terasa
akan semakin menyesak
bahkan membunuh saya.

hanya malam ini saja
izinkan air mata saya tumpah
dalam lembarlembar sejarah
sepimu yang basah.

bandung, 04 juli 2004.
ketika penantian teramat menyakitkan, 21:00

Juni 30, 2004

Kado Ulang Tahun

kali ini, biarkan jiwa kita terluka
oleh jarak atau titiktitik hitam dalam peta
biarkan semua hanya pertanda bahwa airmata
masih akan setia membangun sungai dalam dada

sebab akan ada saatnya bagi kita
untuk meremukkan jarak
menggunting skala pada peta
hingga satu tetaplah satu, tak lagi seribu

biarkan rindu itu berteriak di tebing hati
memantul di lembahlembah jiwa
pada malam tanpa cahaya
menghitung usia yang berguguran
dari angkaangka di atas kalender

sebab akan tiba waktunya bagi kita
untuk menyalakan kesunyian demi kesunyian
diantara malammalam tanpa cahaya bulan
agar usia yang genap berdetak
tidak hanya dalam hitungan angka
tapi juga dalam rasa, dalam dada
dalam nafas semesta.

bandung, 30 juni 2004

HAPPY BIRTHDAY TO YOU...
I hope the love always with us forever...

Hutan untuk Masa Depan: Kisah Inspiratif A'ak Abdullah Al-Kudus

Beberapa bulan ke belakang, tepatnya bulan Maret 2023, kawasan hutan Lindung Ranca Upas rusak, hamparan bunga rawa tak bersisa. Kerusakan ka...